Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dewa 19 Tak Pernah Padam: Rahasia Keabadian Band Legendaris, Drama Ahmad Dhani hingga Sejarah Konser Stadion

Izahra Nurrafidah • Selasa, 24 Februari 2026 | 19:05 WIB

Dewa 19 Tak Pernah Padam: Rahasia Keabadian Band Legendaris, Drama Ahmad Dhani hingga Sejarah Konser Stadion
Dewa 19 Tak Pernah Padam: Rahasia Keabadian Band Legendaris, Drama Ahmad Dhani hingga Sejarah Konser Stadion

TULUNGAGUNG – Nama Dewa 19 kembali membuktikan diri sebagai band yang tak lekang oleh zaman. Meski sudah tidak merilis album baru sejak 2007, pamor Dewa 19 justru kian menguat. Lewat konser stadion bersejarah dan kisah panjang penuh dinamika, band asal Surabaya ini menegaskan statusnya sebagai legenda musik Indonesia.

Fenomena Dewa 19 menjadi sorotan dalam program Mata Najwa, yang secara intens mengikuti aktivitas band ini dari basecamp hingga persiapan konser monumental. Pertanyaannya sederhana namun mendalam: apa yang membuat Dewa 19 mampu bertahan lebih dari tiga dekade, sementara banyak band lain gugur di tengah jalan?

Ahmad Dhani dan Persepsi yang Tak Pernah Tunggal

Tak bisa membicarakan Dewa 19 tanpa menyebut Ahmad Dhani. Sosok sentral ini kerap menuai kontroversi. Dhani dikenal percaya diri, blak-blakan, dan sering disalahartikan sebagai arogan. Namun baginya, sikap tersebut lahir dari proses panjang membaca, belajar, dan bergaul dengan banyak referensi musik serta pemikiran.

Dhani juga menjelaskan bagaimana pandangannya tentang lagu berubah seiring usia. Lagu cinta yang ia tulis di usia 20-an jelas berbeda dengan karya saat memasuki usia 40-an. Dari “Cinta” hingga “Cinta Itu Buta”, semua merefleksikan kedewasaan berpikir dan pengalaman hidup. Inilah salah satu alasan lagu-lagu Dewa 19 terasa relevan lintas generasi.

Kekuatan Lagu dan Permainan Diksi

Kekuatan Dewa 19 terletak pada karya. Lirik-lirik puitis, permainan diksi yang kaya, serta keberanian memadukan kata lugas dan filosofis menjadi ciri khas. Lagu-lagu seperti “Kamulah Satu-satunya” atau “Aku Cinta Kau dan Dia” menampilkan karakter maskulin tanpa kehilangan sisi emosional.

Menurut Dhani, lagu yang baik tak selalu rumit. Lagu sederhana pun bisa menjadi karya besar jika jujur dan lahir dari hati. Prinsip inilah yang membuat katalog lagu Dewa 19 seperti “Separuh Nafas”, “Risalah Hati”, hingga “Roman Picisan” terus diputar dan dinyanyikan penonton hingga kini.

Dinamika Vokalis dan Kedewasaan Band

Sejarah Dewa 19 juga diwarnai pergantian vokalis. Nama Ari Lasso dan Once Mekel menjadi bagian penting perjalanan band ini. Ari Lasso sempat mundur karena masalah pribadi, namun kembali hadir sebagai featuring dan tetap dianggap bagian dari keluarga besar Dewa.

Pergantian vokalis bukan perkara mudah bagi band manapun. Namun Dewa 19 justru berhasil menjadikannya kekuatan. Setiap vokalis membawa karakter berbeda yang memperkaya warna musik, bukan saling meniadakan. Kedewasaan inilah yang jarang dimiliki band lain.

Konser Stadion dan Bukti Data

Puncak eksistensi Dewa 19 ditandai konser di Jakarta International Stadium. Sebanyak 65 ribu tiket terjual dalam hitungan menit—fakta berbasis data, bukan sekadar persepsi. Dewa 19 resmi menjadi band Indonesia pertama yang sukses menggelar konser stadion berbayar dengan puluhan ribu penonton.

Meski konser berdurasi lebih dari empat jam itu menuai kritik, mulai dari transisi lagu hingga pembagian porsi vokalis, semua justru menunjukkan satu hal: standar Dewa 19 selalu tinggi. Kritik menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk mundur.

Lagu sebagai Pengikat Abadi

Pada akhirnya, yang mengikat Dewa 19 bukanlah drama, ego, atau kontroversi, melainkan lagu. Karya-karya mereka menembus waktu dan terus menemukan pendengarnya. Permintaan pasar yang tetap tinggi menjadi bukti bahwa Dewa 19 masih dibutuhkan.

Tiga puluh tahun berlalu, Dewa 19 bukan sekadar band, melainkan institusi musik. Separuh napas mereka adalah karya, separuh lainnya adalah kisah. Dan selama lagu-lagu itu terus hidup, nama Dewa 19 akan tetap berdiri di puncak sejarah musik Indonesia.

Editor : Izahra Nurrafidah
#dewa 19 #ahmad dhani #band legendaris Indonesia #konser stadion global #ari lasso