Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Dewa 19: Dari Band SMA di Surabaya hingga Bangkit Lagi di Panggung Raksasa JIS

Izahra Nurrafidah • Selasa, 24 Februari 2026 | 19:10 WIB

Sejarah Dewa 19: Dari Band SMA di Surabaya hingga Bangkit Lagi di Panggung Raksasa JIS
Sejarah Dewa 19: Dari Band SMA di Surabaya hingga Bangkit Lagi di Panggung Raksasa JIS

TULUNGAGUNG - Sejarah Dewa 19 menjadi salah satu kisah paling berwarna dalam industri musik Indonesia. Band legendaris yang lahir dari tangan dingin Dewa 19 ini bukan hanya dikenal lewat deretan lagu hits lintas generasi, tetapi juga perjalanan panjang penuh dinamika, konflik, hingga kebangkitan yang fenomenal.

Sejarah Dewa 19 bermula di Surabaya, Jawa Timur, pada 20 Agustus 1986. Band ini dibentuk oleh Ahmad Dhani bersama Erwin Prasetya, Wawan Juniarso, dan Andra Ramadhan. Nama “19” ditambahkan sebagai penanda usia para personel yang sama-sama berumur 19 tahun saat band ini resmi terbentuk usai lulus SMA.

Sejarah Dewa 19 mulai mencuri perhatian nasional ketika mereka hijrah ke Jakarta dan merilis album debut Dewa 19 pada 1992. Lagu “Kangen” dan “Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi” langsung meledak di pasaran. Kesuksesan album perdana ini mengantarkan Dewa 19 meraih dua penghargaan BASF Award 1993, masing-masing untuk kategori Pendatang Baru Terbaik dan Album Terlaris.

Era Keemasan Dewa 19 di Tahun 90-an

Kesuksesan berlanjut lewat album Format Masa Depan (1994), meski diwarnai pergantian personel di posisi drummer. Puncak kejayaan Dewa 19 terjadi saat merilis album Terbaik Terbaik (1995) dan Pandawa Lima (1997). Album terakhir ini bahkan mengantarkan Dewa 19 meraih enam penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) dalam satu tahun.

Namun, di balik gemerlap prestasi, badai besar menghantam band ini. Sejumlah personel terjerat masalah narkotika. Ari Lasso akhirnya dikeluarkan dari band, sementara Erwin memilih mundur sementara untuk rehabilitasi. Dewa 19 pun sempat vakum dan hanya menyisakan Ahmad Dhani serta Andra Ramadhan sebagai personel inti.

Transformasi dan Kesuksesan Formasi Baru

Meski hanya berdua, Dewa 19 tetap produktif dengan merilis The Best of Dewa 19 (1999) yang memuat lagu baru “Elang” dan “Persembahan dari Surga”. Tahun 2000 menjadi titik balik penting ketika Once Mekel resmi diperkenalkan sebagai vokalis baru, bersama Tyo Nugros di posisi drummer.

Album Bintang 5 menjadi tonggak kesuksesan baru. Terjual lebih dari 1,7 juta kopi, album ini masuk jajaran album terlaris sepanjang sejarah musik Indonesia dan menyabet tiga AMI Awards 2000. Dewa 19 kembali menjadi band papan atas Tanah Air.

Vakum, Bubarnya Dewa, dan Kembalinya Sebagai Band Nostalgia

Memasuki era 2000-an, aktivitas masing-masing personel di luar band membuat eksistensi Dewa 19 perlahan menurun. Ahmad Dhani mendirikan Republik Cinta Management yang melahirkan artis-artis populer seperti Mulan Jameela, The Virgin, dan The Rock. Pada 2011, Once Mekel mengundurkan diri, yang menandai bubarnya Dewa 19 setelah 25 tahun berkarya.

Meski demikian, Dewa 19 tetap hadir sebagai band nostalgia lewat konser reuni. Puncaknya terjadi pada 2022, ketika Dewa 19 bangkit dengan formasi baru dan menggandeng vokalis Ello.

Kebangkitan Dewa 19 di Panggung Raksasa

Kebangkitan ini ditandai lewat konser “Pesta Rakyat 30 Tahun Dewa 19” di Jakarta International Stadium. Konser megah tersebut disaksikan sekitar 75 ribu penonton dan menjadi bukti bahwa Dewa 19 masih memiliki magnet kuat di industri musik nasional.

Sejarah Dewa 19 membuktikan bahwa band ini bukan sekadar legenda masa lalu. Dengan perjalanan panjang penuh liku, Dewa 19 tetap menjadi simbol ketangguhan, kreativitas, dan relevansi musik Indonesia lintas generasi.

Editor : Izahra Nurrafidah
#dewa 19 #once mekel #ahmad dani #band legendaris Indonesia #Sejarah Dewa 19