Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sengketa Warisan Lina Zubaedah Kembali Memanas, Sule Ungkap Dugaan Aset Hilang dan Aliran Dana ke Rekening Teddy

Dinar Ananda Putri • Selasa, 24 Februari 2026 | 23:25 WIB

Sengketa warisan Lina Zubaedah kembali memanas, Sule ungkap dugaan aset hilang dan aliran dana mencurigakan.
Sengketa warisan Lina Zubaedah kembali memanas, Sule ungkap dugaan aset hilang dan aliran dana mencurigakan.

RADAR TULUNGAGUNG - Sengketa warisan Lina Zubaedah kembali menjadi sorotan publik. Sule akhirnya buka suara panjang lebar terkait dugaan hilangnya sejumlah aset, termasuk uang yang disebut milik putranya, Rizky Febian. Polemik ini kembali menyeret nama Teddy Pardiana.

Sengketa warisan Lina Zubaedah sebenarnya sudah bergulir sejak lama. Namun, konflik kembali mencuat setelah muncul dugaan adanya aset yang dijual serta dana yang masuk ke rekening tertentu tanpa sepengetahuan ahli waris. Sule menegaskan, persoalan ini bukan sekadar isu keluarga, melainkan menyangkut hak anak-anaknya.

Dalam pernyataannya, Sule menyebut dirinya sebenarnya ingin move on dan tidak lagi memperpanjang polemik lama. Namun, karena situasi kembali berkembang dan menyeret hak anak-anaknya, ia merasa perlu angkat bicara.

Dugaan Rumah dan Kos Berpindah Nama

Salah satu yang disorot dalam sengketa warisan Lina Zubaedah adalah rumah di kawasan Vila Bandung Indah yang disebut telah dijual. Sule mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari pihak yang disebutnya lebih memahami detail aset.

Bahkan, menurut informasi yang ia terima, dana hasil penjualan rumah itu disebut masuk ke rekening tertentu. Tak hanya itu, kos-kosan di kawasan Bojongsoang juga dikabarkan telah beralih atas nama pihak lain.

“Pila Bandung Indah sama kos-kosan itu haknya Iki,” tegas Sule.

Ia mempertanyakan proses balik nama dan legalitas kepemilikan aset tersebut. Apalagi, dalam perjalanannya, disebut ada dugaan keterlibatan kuasa hukum saat proses itu terjadi.

Safety Box dan Aset yang Hilang

Isu lain yang mencuat adalah soal safety box di sebuah bank swasta di Jalan Gatot Subroto, Bandung. Sule menyebut ada informasi bahwa sebagian isi safety box sudah diambil.

Ia mempertanyakan bagaimana pihak bank bisa memberikan akses jika memang terdapat dua kunci, termasuk kunci duplikat. Hal inilah yang menimbulkan dugaan adanya pengambilan aset tanpa sepengetahuan semua pihak.

“Kalau surat-surat enggak ada, mau ke siapa? Kunci safety box awalnya dari dia,” ujar Sule.

Menurutnya, beberapa dokumen penting seperti sertifikat rumah dan ruko disebut sudah tidak berada di tempatnya. Bahkan ada aset yang diduga sudah dijual sebelum proses penetapan ahli waris rampung.

Baca Juga: Sule Tegas Tolak Ikhlaskan Uang Rp5 Miliar, Siap Tempuh Jalur Hukum dalam Kasus Teddy Pardiana?

Bukan Gono-Gini, Ada Uang Rizky Febian

Sule menekankan, sengketa warisan Lina Zubaedah ini bukan perkara harta gono-gini. Ia menyebut ada uang milik Rizky Febian yang ikut terlibat dalam persoalan tersebut.

“Ini bukan warisan biasa. Ada uang Iki di situ,” katanya.

Sebagai ayah, Sule mengaku hanya bisa mendukung langkah anak-anaknya. Keputusan untuk menempuh jalur hukum atau tidak sepenuhnya berada di tangan Rizky Febian sebagai pihak yang merasa memiliki hak.

Sule juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan langsung untuk melaporkan, karena persoalan tersebut berada di ranah anak-anaknya.

Bantah Tuduhan dan Singgung DM Misterius

Dalam pernyataannya, Sule juga mengungkap adanya pesan langsung (DM) dari seseorang yang mengaku mengetahui seluk-beluk perjalanan hidup Teddy. Isi pesan tersebut menyebut dugaan penggunaan dana untuk membeli mobil, tanah, hingga menghidupi pihak lain.

Namun, Sule menegaskan ia tidak ingin gegabah menyimpulkan. Ia menyebut pesan itu hanya informasi sepihak dan belum tentu kebenarannya.

“Saya tidak mau memfitnah. Kalau mau jelas, tanya langsung orangnya,” ucapnya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap. Menurutnya, jika memang ada pihak yang dirugikan, suatu saat akan berbicara.

Soal Mediasi dan Penetapan Ahli Waris

Terkait kemungkinan mediasi, Sule mengaku sudah tidak tertarik membuka ruang tersebut. Ia menilai persoalan sudah terlalu jauh berkembang.

Ia juga mempertanyakan urgensi penetapan ahli waris jika masih ada aset yang belum jelas keberadaannya. Baginya, penyelesaian harus dimulai dari transparansi dokumen dan aset.

“Saya memperjuangkan lima anak saya. Kalau dia memperjuangkan anaknya, saya juga,” tegas Sule.

Sengketa warisan Lina Zubaedah kini kembali menjadi perhatian publik. Di satu sisi, ada seruan untuk ikhlas dan berdamai. Di sisi lain, ada tuntutan untuk menegakkan hak dan kebenaran.

Publik pun menunggu langkah selanjutnya. Apakah konflik ini akan berlanjut ke ranah hukum lebih dalam, atau menemukan titik terang melalui jalur keluarga? Yang jelas, polemik ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

 

Editor : Dinar Ananda Putri
#Sengketa warisan Lina Zubaedah #sule #rizky febian #Safety box Bandung #Teddy Pardiana