RADAR TULUNGAGUNG - Klarifikasi Virgon soal hak asuh anak akhirnya disampaikan secara terbuka melalui tim kuasa hukumnya usai memenuhi panggilan Komnas.
Dalam pernyataan resmi, pihak Virgon menegaskan kesiapan untuk menjalani proses mediasi dan membuka pintu visit atau kunjungan untuk menilai kelayakan tempat tinggal anak-anak.
Isu hak asuh anak yang melibatkan Virgon dan Inara belakangan menjadi sorotan publik.
Bahkan, laporan yang masuk ke Komnas disebut memicu pemanggilan klarifikasi terhadap Virgon guna memastikan kepentingan terbaik bagi anak-anak mereka.
Tim kuasa hukum Virgon menyatakan kliennya hadir memenuhi undangan Komnas sebagai bentuk itikad baik.
Menurut pernyataan yang disampaikan, terdapat sekitar tujuh hingga delapan pertanyaan yang diajukan dalam sesi klarifikasi tersebut.
Seluruh pertanyaan diklaim telah dijawab secara runtut dan lengkap.
Visit dan Mediasi Jadi Fokus
Kuasa hukum menegaskan ada dua poin utama hasil pertemuan tersebut.
Pertama, dalam waktu dekat akan dilakukan visit bersama pihak terkait untuk melihat langsung kondisi dan kelayakan tempat tinggal anak-anak.
Langkah ini disebut penting guna memastikan situasi yang sebenarnya.
Kedua, Virgon menyatakan siap menjalani mediasi yang akan difasilitasi Komnas.
Mereka kini tinggal menunggu panggilan resmi untuk menentukan jadwal mediasi tersebut.
“Klien kami akan kooperatif mengikuti mediasi agar berita yang selama ini tidak seimbang bisa diklarifikasi,” ujar tim kuasa hukum.
Mediasi ini disebut menjadi tahap penting sebelum mengambil langkah hukum lanjutan.
Komnas Tegaskan Fokus pada Kepentingan Anak
Dalam penjelasan kuasa hukum, Komnas bekerja berdasarkan laporan yang masuk dan bertujuan semata-mata untuk kepentingan anak di masa depan.
Tidak ada kepentingan pribadi, ego, atau keberpihakan terhadap salah satu pihak.
Semua proses dilakukan demi memastikan hak dan kesejahteraan anak tetap terjaga.
Isu yang beredar mengenai dugaan Virgon tidak mau menyerahkan anak juga disebut telah diklarifikasi dalam forum tersebut.
Namun pihak kuasa hukum meminta media untuk mengonfirmasi detail jawaban langsung kepada Komnas.
Komunikasi dan Tudingan yang Beredar
Dalam kesempatan itu, Virgon juga menyinggung soal komunikasi dengan mantan pasangannya.
Ia mengaku komunikasi langsung terbatas dan beberapa hal telah dijelaskan dalam forum klarifikasi.
Terkait tudingan soal uang bulanan anak yang disebut menjadi pemicu konflik, pihak Virgon membantah keras.
“Bukan urusan uang,” tegas perwakilan kuasa hukum.
Virgon pun menyampaikan kekecewaannya karena persoalan ini harus melibatkan pihak ketiga.
Sebagai orang tua, ia mengaku ingin kehidupan kembali stabil tanpa polemik berkepanjangan.
Namun di sisi lain, ia menyadari proses hukum harus tetap dijalani demi kejelasan status hak asuh anak.
Siap Ajukan Gugatan Pengalihan Anak
Menariknya, setelah mediasi dan visit dilakukan, tim hukum menyebut akan mempertimbangkan langkah lanjutan.
Jika mediasi gagal atau tidak mencapai kesepakatan damai, mereka akan mengajukan gugatan pengalihan anak kepada kliennya.
Langkah ini tengah disiapkan sambil menunggu hasil mediasi resmi dari Komnas.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa konflik hak asuh anak ini belum benar-benar selesai.
Publik kini menanti bagaimana hasil mediasi antara Virgon dan Inara nantinya.
Apakah akan berakhir damai atau berlanjut ke jalur gugatan pengalihan anak.
Yang jelas, Komnas tetap menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa konflik rumah tangga figur publik sering kali berujung panjang ketika menyangkut hak asuh anak.
Dan di tengah sorotan publik, proses hukum tetap harus berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Kini semua mata tertuju pada jadwal mediasi yang akan segera ditentukan.
Keputusan akhir nanti akan sangat menentukan masa depan anak-anak mereka.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina