Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Veda Ega Pratama Bikin Dunia Balap Terpukau, Dari Gunungkidul ke Moto3, Kini Jadi Harapan Terbesar Indonesia Menuju MotoGP

Muhammad Rusdian Nuzula • Selasa, 26 Mei 2026 | 20:09 WIB
Veda Ega Pratama sukses menembus Moto3 2026 setelah bersinar di Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP. Simak perjalanan lengkapnya. (PINTEREST)
Veda Ega Pratama sukses menembus Moto3 2026 setelah bersinar di Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP. Simak perjalanan lengkapnya. (PINTEREST)

RADAR TULUNGAGUNG - Veda Ega Pratama menjadi salah satu pembalap muda Indonesia yang paling diperhitungkan di dunia balap motor internasional setelah sukses menembus Moto3 2026. Pembalap asal Gunungkidul tersebut mencuri perhatian lewat prestasi gemilang di Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP, sekaligus membuka harapan baru bagi Indonesia untuk memiliki wakil di level tertinggi MotoGP.

Nama Veda Ega Pratama semakin dikenal setelah berhasil bersaing dengan para pembalap muda terbaik dunia di Eropa.

Perjalanan panjang yang ditempuhnya menjadi bukti bahwa talenta Indonesia mampu menembus persaingan elite balap motor internasional.

Kesuksesan Veda juga dianggap sebagai pencapaian penting bagi perkembangan balap motor Indonesia di kancah global.

Baca Juga: Omoway Omo-X: Motor Listrik Futuristik dengan Performa Gahar dan Jarak Tempuh 260 Km, Harga Pre-Order Cuma Rp35 Jutaan!

Awal Perjalanan Veda Ega Pratama dari Gunungkidul

Veda Ega Pratama lahir di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, pada 23 November 2008. Dunia balap bukanlah hal asing baginya karena sang ayah merupakan mantan pembalap nasional yang kerap membawanya ke arena balap sejak usia dini.

Ketertarikan Veda terhadap motor balap tumbuh sejak kecil. Saat berusia lima tahun, ia mendapat hadiah motor Mini GP dari ayahnya yang kemudian menjadi awal perjalanan menuju dunia balap profesional.

Karier balapnya dimulai ketika masih berusia sekitar enam tahun. Pada awalnya Veda menekuni motocross sebelum akhirnya beralih ke balap aspal atau road race.

Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam kariernya. Sejak saat itu, kemampuannya berkembang pesat dan mulai menarik perhatian di berbagai kejuaraan nasional.

Banyak pihak melihat Veda memiliki kemampuan berbeda dibandingkan pembalap seusianya. Selain cepat, ia dikenal memiliki kecerdasan dalam membaca jalannya balapan dan menentukan strategi yang tepat saat berada di lintasan.

Bersinar di Asia Talent Cup hingga Menaklukkan Eropa

Perjalanan Veda menuju panggung internasional semakin terbuka setelah bergabung dalam program pembinaan pembalap muda Astra Honda.

Melalui program tersebut, Veda mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kompetisi internasional yang menjadi jalur menuju MotoGP.

Namanya mulai mendapat sorotan ketika tampil di Asia Talent Cup, salah satu kejuaraan pembinaan pembalap muda paling bergengsi di Asia.

Dalam ajang tersebut, Veda mampu bersaing melawan pembalap dari Jepang, Thailand, Malaysia, dan berbagai negara lainnya.

Prestasi terbaiknya datang saat berhasil menjadi juara Asia Talent Cup, pencapaian yang membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pembalap muda terbaik Asia.

Setelah sukses di kawasan Asia, tantangan yang lebih besar menantinya di Eropa.

Veda kemudian mendapatkan kesempatan tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup, kompetisi yang dikenal sebagai jalur utama lahirnya banyak bintang MotoGP dunia.

Adaptasi menjadi tantangan besar karena ia harus menghadapi cuaca berbeda, karakter sirkuit baru, serta persaingan yang jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

Namun Veda mampu menunjukkan perkembangan konsisten dan mulai rutin bersaing di kelompok terdepan.

Sejarah Besar di Mugello dan Tiket Menuju Moto3

Tahun 2025 menjadi salah satu musim paling bersejarah dalam karier Veda Ega Pratama.

Pada seri Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Mugello, Italia, ia berhasil meraih kemenangan pertamanya sekaligus mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang memenangkan balapan di ajang tersebut.

Prestasi itu semakin sempurna karena Veda kembali meraih kemenangan pada race kedua yang berlangsung sehari setelahnya.

Keberhasilan menyapu bersih dua balapan di Mugello membuat namanya menjadi perhatian media internasional dan komunitas balap dunia.

Sepanjang musim 2025, Veda berhasil mengoleksi tiga kemenangan dan mengumpulkan 181 poin.

Baca Juga: Omoway Omo-X: Motor Listrik Futuristik dengan Performa Gahar dan Jarak Tempuh 260 Km, Harga Pre-Order Cuma Rp35 Jutaan!

Catatan tersebut mengantarkannya finis sebagai runner-up Red Bull Rookies Cup 2025, hasil terbaik yang pernah diraih pembalap Indonesia dalam sejarah kompetisi tersebut.

Selain tampil di Rookies Cup, Veda juga menjalani musim kompetitif di JuniorGP yang dikenal sebagai tempat pembinaan calon pembalap MotoGP masa depan.

Berkat performa impresif sepanjang musim, Veda akhirnya mendapatkan kesempatan tampil penuh di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026.

Pada musim debutnya di Moto3, pembalap muda Indonesia itu langsung menunjukkan daya saing yang menjanjikan. Salah satu performa terbaiknya terjadi saat Moto3 Prancis 2026 ketika ia melakukan comeback luar biasa dari posisi belakang hingga finis di urutan keempat.

Keberhasilan tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa Veda Ega Pratama memiliki peluang besar untuk melangkah ke Moto2 bahkan MotoGP pada masa mendatang.

Perjalanan Veda memang masih panjang. Namun dari seorang anak kecil di Gunungkidul hingga menjadi pembalap Moto3, ia telah membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing dengan talenta terbaik dunia.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Veda Ega Pratama #Red Bull Rookies Cup #Veda Ega Pratama Moto3 #Pembalap Indonesia MotoGP #Veda Ega Pratama 2026