RADAR TULUNGAGUNG- Harga transfer Jay Idzes diprediksi mengalami lonjakan signifikan jika benar-benar bergabung dengan klub raksasa Serie A, AC Milan. Kapten Timnas Indonesia tersebut mulai dikaitkan dengan Rossoneri menjelang dibukanya bursa transfer musim dingin Januari 2026. Nilai transfer sang bek bahkan disebut bisa mencapai 15 juta euro atau hampir dua kali lipat dibanding biaya transfer sebelumnya.
Rumor ketertarikan AC Milan terhadap Jay Idzes mencuat setelah jurnalis Italia, Luca Chilli, mengungkapkan bahwa klub asal Kota Milan itu tengah memantau perkembangan situasi bek berusia 25 tahun tersebut. Meski belum ada negosiasi resmi, nama Idzes disebut masuk dalam daftar pemain yang dipertimbangkan untuk memperkuat lini belakang Milan.
Jika transfer tersebut benar-benar terealisasi, maka harga transfer Jay Idzes akan menjadi salah satu yang tertinggi dalam perjalanan karier pemain yang saat ini menjabat sebagai kapten Timnas Indonesia tersebut.
AC Milan Mulai Pantau Perkembangan Jay Idzes
Jendela transfer musim dingin akan kembali dibuka pada Januari 2026 dan sejumlah klub Serie A mulai menyusun strategi untuk memperkuat skuad. AC Milan menjadi salah satu tim yang aktif mencari tambahan pemain di sektor pertahanan.
Sebelumnya, Rossoneri sempat dikaitkan dengan bek veteran asal Spanyol, Sergio Ramos. Namun perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Milan juga mulai mempertimbangkan opsi lain yang dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan jangka panjang klub.
Pada Rabu, 3 Desember 2025, jurnalis Italia Luca Chilli melaporkan bahwa Jay Idzes masuk radar AC Milan. Meski belum terdapat pembicaraan langsung antara kedua pihak, Milan disebut terus mengikuti perkembangan sang pemain yang saat ini bermain di Serie A bersama Sassuolo.
Kabar tersebut langsung menarik perhatian publik Indonesia mengingat Idzes merupakan salah satu pemain kunci Timnas Indonesia sekaligus sosok yang dipercaya mengenakan ban kapten dalam berbagai ajang internasional.
Nilai Transfer Jay Idzes Berpotensi Naik Dua Kali Lipat
Jay Idzes baru bergabung dengan Sassuolo pada bursa transfer musim panas lalu setelah direkrut dari Venezia. Dalam transfer tersebut, Sassuolo dikabarkan mengeluarkan dana sebesar 8 juta euro untuk mendapatkan jasa bek kelahiran Belanda tersebut.
Meski demikian, nilai pasar Jay Idzes saat ini tercatat berada di angka 7,5 juta euro. Angka tersebut menunjukkan bahwa performa sang pemain masih menjadi perhatian banyak klub, terutama setelah tampil konsisten di kompetisi Serie A.
Kontrak jangka panjang yang masih dimiliki Idzes bersama Sassuolo juga menjadi faktor penting yang dapat membuat harga transfernya meningkat. Klub pemilik tentu tidak memiliki tekanan untuk melepas pemain andalannya dengan harga murah.
Media Italia menyebut bahwa AC Milan kemungkinan harus menyiapkan dana sekitar 15 juta euro apabila benar-benar ingin memboyong Idzes ke San Siro. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp285 miliar dan hampir dua kali lipat dibanding biaya transfer saat Sassuolo merekrutnya dari Venezia.
Peluang Besar bagi Karier dan Timnas Indonesia
Jika transfer ke AC Milan terwujud, langkah tersebut akan menjadi pencapaian besar dalam karier Jay Idzes. Bermain untuk salah satu klub tersukses di Italia dan Eropa tentu akan membuka peluang yang lebih luas bagi perkembangan kualitas permainan sang bek.
Selain memberikan dampak positif bagi karier pribadi Idzes, kepindahan ke AC Milan juga berpotensi meningkatkan citra pemain Indonesia di kompetisi elite Eropa. Kehadirannya di klub sebesar Rossoneri dapat menjadi bukti bahwa pemain yang membela Timnas Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.
Di sisi lain, Milan juga dinilai bisa memperoleh keuntungan dari perekrutan Idzes. Selain masih berada dalam usia produktif, bek tersebut memiliki pengalaman bermain di Serie A dan dikenal memiliki kemampuan membaca permainan yang baik.
Hingga saat ini belum ada tawaran resmi yang diajukan AC Milan kepada Sassuolo. Namun rumor yang terus berkembang menunjukkan bahwa Jay Idzes menjadi salah satu nama yang patut dipantau menjelang dibukanya bursa transfer musim dingin Januari 2026.
Editor : Cholifatun Nisak