RADAR TULUNGAGUNG - Setelah hampir dua pekan tidak aktif di media sosial dan jarang terlihat di ruang publik, kondisi terkini Sarwendah akhirnya diungkap oleh tim kuasa hukumnya. Pengacara Sarwendah, Kris Samsiwu, mengungkapkan bahwa kliennya tengah berusaha tegar menghadapi berbagai sorotan dan polemik yang berkembang pascaperceraian dengan Ruben Onsu.
Nama Sarwendah belakangan menjadi perbincangan hangat setelah muncul polemik terkait nafkah anak yang nilainya disebut mencapai Rp200 juta per bulan. Perdebatan yang berkembang di media sosial memicu pro dan kontra di kalangan netizen hingga membuat kehidupan pribadi mantan personel Cherrybelle itu kembali menjadi sorotan.
Dalam keterangannya, Kris Samsiwu menyebut Sarwendah berusaha menerima berbagai kritik yang datang kepadanya. Namun di balik sikap tenang yang ditunjukkan ke publik, Sarwendah disebut menyimpan kesedihan yang tidak ingin diperlihatkan kepada anak-anaknya.
Sarwendah Berusaha Menahan Tangis
Menurut Kris Samsiwu, Sarwendah sengaja menahan air mata di depan anak-anaknya agar mereka tidak ikut merasakan kesedihan yang sedang dialaminya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama Sarwendah saat ini adalah menjaga kondisi psikologis anak-anak dan memastikan mereka tetap merasa nyaman di tengah berbagai pemberitaan yang berkembang.
Pihak Sarwendah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ruang digital agar tetap kondusif. Menurut mereka, konflik yang terus menjadi konsumsi publik berpotensi memberikan dampak negatif terhadap kehidupan sosial maupun kondisi mental anak-anak.
Kris menilai anak-anak saat ini sudah cukup besar untuk mengakses informasi dan membaca berbagai pemberitaan yang beredar di internet. Karena itu, suasana yang lebih damai dinilai penting demi mendukung tumbuh kembang mereka.
Bantah Persulit Ruben Bertemu Anak
Selain mengungkap kondisi emosional Sarwendah, pihak kuasa hukum juga membantah tudingan bahwa kliennya mempersulit Ruben Onsu untuk bertemu dengan kedua putrinya.
Menurut Kris Samsiwu, selama ini tidak pernah ada upaya dari Sarwendah untuk menghalangi pertemuan antara Ruben dan anak-anaknya. Ia bahkan mempertanyakan tudingan tersebut karena menurutnya komunikasi langsung terkait jadwal pertemuan tidak dilakukan secara intens.
Kris menjelaskan bahwa komunikasi antara kedua orang tua seharusnya menjadi kunci utama dalam mengatur waktu pertemuan anak dengan ayah maupun ibunya.
Ia menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa perlu menjadi polemik berkepanjangan di ruang publik.
Pertemuan dengan Ruben Dijadwalkan 11 Juli 2026
Perkembangan lain yang turut menjadi perhatian adalah rencana pertemuan antara pihak Sarwendah dan Ruben Onsu.
Kris mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan undangan kepada kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, untuk membahas berbagai persoalan yang masih menjadi sengketa.
Menurutnya, jadwal pertemuan akhirnya disesuaikan dengan agenda Ruben yang akan melaksanakan ibadah umrah dalam waktu dekat. Kedua belah pihak disebut telah sepakat untuk melakukan pertemuan pada 11 Juli 2026.
Pihak Sarwendah berharap pertemuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mencari solusi terbaik demi kepentingan anak-anak dan mengurangi ketegangan yang selama ini terjadi.
Ruben Onsu Beri Pengakuan Berbeda
Meski pihak Sarwendah menyatakan tidak pernah mempersulit akses Ruben kepada anak-anaknya, pernyataan berbeda justru disampaikan oleh Ruben Onsu.
Dalam kesempatan terpisah, Ruben mengaku persoalan tersebut sebenarnya sangat sederhana. Menurutnya, yang perlu dilakukan hanyalah menjalankan kesepakatan yang telah ditetapkan pascaperceraian.
Ruben menyebut dirinya memiliki hak untuk bersama anak-anak selama tiga hari dalam satu pekan sesuai kesepakatan yang berlaku. Namun, ia merasa pelaksanaan kesepakatan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Bahkan Ruben mengaku beberapa kali berupaya menemui anak-anaknya, termasuk melalui pihak sekolah. Namun usaha tersebut disebut terkendala aturan administratif yang mengharuskannya mendapatkan persetujuan tertentu terlebih dahulu.
Umi Pipik Minta Kedua Pihak Utamakan Anak
Di tengah memanasnya polemik, Ustazah Umi Pipik turut memberikan pandangan mengenai konflik yang terjadi antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
Menurutnya, perceraian memang bisa menjadi jalan terbaik bagi pasangan yang tidak lagi menemukan kecocokan dalam rumah tangga. Namun, ia mengingatkan bahwa perceraian tidak boleh membuat orang tua gagal menjalankan perannya terhadap anak-anak.
Umi Pipik menegaskan bahwa anak tidak boleh menjadi korban konflik orang tua. Karena itu, baik ayah maupun ibu diharapkan tetap menjaga hubungan yang sehat demi masa depan anak-anak mereka.
Ia juga menilai ujian yang sedang dihadapi Ruben maupun Sarwendah harus dijalani dengan kesabaran dan kedewasaan agar dampaknya tidak semakin meluas kepada keluarga, terutama anak-anak.
Editor : Fadhilah Salsa Bella