RADAR TULUNGAGUNG - Konflik pascaperceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali memanas. Kali ini, polemik tidak hanya berkisar pada hak asuh anak, tetapi juga menyangkut status kepemilikan rumah yang sebelumnya menjadi bagian dari harta bersama selama pernikahan mereka.
Perdebatan mencuat setelah pihak Sarwendah mengklaim bahwa rumah yang saat ini ditempatinya bersama anak-anak telah menjadi hak miliknya berdasarkan kesepakatan pembagian harta bersama. Namun klaim tersebut langsung mendapat tanggapan dari kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang.
Menurut Minola, terdapat inkonsistensi dalam pernyataan yang disampaikan pihak Sarwendah. Ia mempertanyakan bagaimana rumah tersebut dapat disebut sepenuhnya menjadi milik Sarwendah jika di sisi lain masih muncul keluhan mengenai cicilan rumah yang disebut belum dibayarkan Ruben Onsu.
Minola Pertanyakan Status Kepemilikan Rumah
Minola menjelaskan bahwa apabila rumah tersebut memang telah resmi menjadi milik Sarwendah, maka seluruh hak dan kewajiban yang berkaitan dengan aset tersebut semestinya menjadi tanggung jawab pemiliknya.
Ia menilai pernyataan mengenai tunggakan cicilan rumah yang masih dikaitkan dengan Ruben menunjukkan bahwa proses pembagian aset belum sepenuhnya selesai.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada penyelesaian final terkait seluruh aset bersama yang dimiliki selama pernikahan. Karena itu, status rumah tersebut masih menjadi bagian dari proses yang harus diselesaikan sesuai kesepakatan maupun mekanisme hukum yang berlaku.
Selain itu, Minola juga mempertanyakan mengapa sejumlah dokumen dan aset yang disebut menjadi hak Ruben belum sepenuhnya diserahkan apabila pembagian harta bersama telah dianggap tuntas.
Pihak Sarwendah Sebut Pembagian Harta Sudah Disepakati
Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Kris Samsiwu, menyampaikan bahwa pembagian harta bersama sebenarnya telah mencapai kesepakatan.
Menurut Kris, aset yang diperoleh selama pernikahan telah dibagi antara Sarwendah dan Ruben berdasarkan hasil kesepakatan kedua belah pihak. Ia menyebut rumah yang saat ini ditempati Sarwendah juga termasuk dalam aset yang telah disepakati menjadi bagiannya.
Kris menegaskan bahwa berbagai aset yang diperoleh Sarwendah saat ini difokuskan untuk kepentingan dan masa depan anak-anak mereka.
Ia juga menjelaskan alasan Sarwendah tetap bekerja dari rumah. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar Sarwendah dapat tetap dekat dengan anak-anak dan mudah dijangkau kapan saja ketika mereka membutuhkan kehadiran sang ibu.
Sorotan Anak Ikut Live Streaming Hingga Larut Malam
Selain persoalan rumah, perdebatan juga berkembang terkait keterlibatan anak-anak dalam siaran langsung atau live streaming yang dilakukan hingga malam hari.
Minola Sebayang mengaku menerima laporan mengenai aktivitas anak-anak yang disebut ikut berada dalam siaran langsung bersama ibunya hingga melewati waktu istirahat yang semestinya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut tumbuh kembang anak.
Ia menilai anak-anak seharusnya tidak dilibatkan dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu waktu istirahat maupun aktivitas pendidikan mereka.
KPAI Berpotensi Dilibatkan
Minola bahkan mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah lebih lanjut terkait persoalan tersebut.
Ia tidak menutup kemungkinan melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia apabila ditemukan hal-hal yang dinilai berpotensi merugikan kepentingan anak.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas utama di tengah konflik yang masih berlangsung antara kedua orang tua.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada langkah hukum resmi yang diumumkan terkait rencana tersebut.
Pertemuan Hak Asuh Dijadwalkan Juli 2026
Sementara itu, pihak Sarwendah mengungkapkan bahwa komunikasi dengan kuasa hukum Ruben masih berjalan baik.
Kris Samsiwu mengatakan kedua belah pihak telah merencanakan pertemuan untuk membahas persoalan hak asuh anak yang dijadwalkan berlangsung sekitar 11 Juli 2026.
Namun jadwal tersebut masih bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan agenda masing-masing pihak.
Menurut Kris, tujuan utama pertemuan tersebut adalah mencari solusi terbaik bagi anak-anak agar konflik yang terjadi tidak semakin berkepanjangan.
Sarwendah Disebut Berusaha Tetap Tegar
Dalam kesempatan yang sama, Kris juga mengungkap kondisi emosional Sarwendah yang disebut sedang menghadapi masa sulit.
Meski demikian, Sarwendah dikatakan berusaha tetap tegar dan menahan kesedihan di depan anak-anaknya.
Menurut Kris, kliennya berupaya menjaga kondisi psikologis anak-anak agar tidak ikut terbebani oleh konflik yang saat ini menjadi perhatian publik.
Ia berharap baik Sarwendah maupun Ruben dapat tetap menunjukkan sikap dewasa demi kepentingan anak-anak mereka, sehingga proses penyelesaian berbagai persoalan yang ada dapat berlangsung lebih baik ke depannya.
Editor : Fadhilah Salsa Bella