RADAR TULUNGAGUNG - Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, polemik berpusat pada rumah yang ditempati Sarwendah bersama anak-anaknya yang disebut masih menjadi bagian dari proses penyelesaian harta bersama pasca perceraian.
Perselisihan semakin ramai setelah muncul perdebatan mengenai penggunaan rumah tersebut untuk aktivitas live streaming dan promosi produk yang melibatkan Georgio Antonio. Di tengah polemik itu, pihak Ruben Onsu dan Sarwendah saling menyampaikan pandangan berbeda terkait status kepemilikan rumah serta hak dan kewajiban yang melekat pada aset tersebut.
Dalam sejumlah pernyataan yang beredar, kubu Ruben Onsu menyoroti penggunaan rumah tersebut untuk kegiatan komersial. Mereka mempertanyakan etika penggunaan properti yang disebut masih dalam proses penyelesaian, terutama karena rumah itu masih berkaitan dengan kewajiban pembayaran cicilan yang nilainya disebut mencapai ratusan juta rupiah per bulan.
Polemik Status Rumah Pascaperceraian
Kuasa hukum Ruben Onsu menegaskan bahwa rumah yang saat ini ditempati Sarwendah masih menjadi bagian dari pembahasan aset bersama. Karena itu, pihaknya menilai penggunaan rumah untuk berbagai aktivitas komersial masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan secara jelas.
Menurut pihak Ruben, jika rumah tersebut benar-benar sudah menjadi hak penuh Sarwendah, maka seharusnya seluruh hak dan kewajiban yang melekat pada aset tersebut juga menjadi tanggung jawab pemiliknya. Pernyataan ini muncul setelah adanya klaim bahwa rumah tersebut telah disepakati sebagai bagian yang diterima Sarwendah dalam pembagian harta bersama.
Selain soal rumah, pihak Ruben juga menyoroti keterlibatan anak-anak dalam aktivitas live streaming yang berlangsung hingga larut malam. Mereka menilai hal tersebut perlu menjadi perhatian karena menyangkut kepentingan dan kenyamanan anak-anak yang masih di bawah umur.
Sarwendah Tegaskan Rumah Sudah Menjadi Bagiannya
Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah membantah berbagai anggapan yang berkembang. Mereka menegaskan bahwa rumah tersebut telah menjadi bagian dari kesepakatan pembagian harta bersama antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
Menurut pihak Sarwendah, penggunaan rumah sebagai tempat bekerja justru dilakukan agar dirinya tetap bisa dekat dengan anak-anak. Dengan bekerja dari rumah, anak-anak dapat dengan mudah bertemu ibunya tanpa harus datang ke lokasi kerja yang berbeda.
Mereka juga membantah tudingan eksploitasi anak yang ramai diperbincangkan di media sosial. Sarwendah disebut berupaya tetap menjalankan aktivitas profesional sambil memastikan anak-anak berada dalam pengawasan langsung di rumah.
Hak Bertemu Anak Jadi Sorotan
Selain persoalan aset, hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah juga kembali memanas terkait hak bertemu anak. Ruben mengaku masih mengalami kesulitan untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
Menurut Ruben, dirinya hanya ingin dapat berjalan dan menghabiskan waktu bersama anak-anak tanpa hambatan. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya sederhana dan sudah diatur dalam kesepakatan yang berlaku.
Pernyataan itu memperkuat spekulasi bahwa sengketa hak asuh dan pola pengasuhan anak masih menjadi isu sensitif di antara kedua belah pihak. Bahkan muncul kabar bahwa langkah hukum lanjutan, termasuk kemungkinan melibatkan lembaga perlindungan anak, sedang dipertimbangkan.
Isu Kerugian Rp20 Miliar Dibantah
Di tengah memanasnya konflik, muncul pula kabar yang menyebut Sarwendah mengalami kerugian hingga Rp20 miliar. Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh kuasa hukumnya.
Mereka menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyebut angka kerugian yang beredar hanya sebatas spekulasi. Menurut pihak Sarwendah, fokus utama kliennya saat ini bukan pada persoalan materi, melainkan kesejahteraan dan kebahagiaan anak-anak.
Hingga kini, konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih terus menjadi perhatian publik. Setiap pernyataan dari kedua kubu kerap memunculkan babak baru yang semakin menyita perhatian masyarakat, terutama terkait pembagian aset, hak bertemu anak, hingga kehadiran Georgio Antonio yang ikut terseret dalam polemik tersebut.
Editor : Fadhilah Salsa Bella