Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sarwendah Buka Suara Lewat Kuasa Hukum, Bantah Persulit Ruben Onsu Bertemu Anak dan Pilih Mengadu ke Komnas Perempuan

Fadhilah Salsa Bella • Senin, 29 Juni 2026 | 18:15 WIB
Sarwendah melalui kuasa hukumnya membantah mempersulit Ruben Onsu bertemu anak dan memilih mengadu ke Komnas Perempuan (Pinterest).
Sarwendah melalui kuasa hukumnya membantah mempersulit Ruben Onsu bertemu anak dan memilih mengadu ke Komnas Perempuan (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG – Polemik antara Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu, kembali memanas. Kali ini, kubu Sarwendah angkat bicara melalui kuasa hukumnya, Kris Samsiwu dan Abraham Simon, yang membantah berbagai tudingan terkait dugaan mempersulit Ruben bertemu anak hingga persoalan nafkah dan komunikasi pascacerai.

Dalam sebuah wawancara, kuasa hukum Sarwendah menegaskan bahwa kliennya memilih menempuh jalur kelembagaan dengan mengadu ke Komnas Perempuan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) demi mencari solusi terbaik, bukan memperpanjang polemik di media sosial.

Menurut mereka, langkah tersebut diambil karena Sarwendah merasa perlu menyampaikan seluruh perjalanan rumah tangganya sebagai seorang perempuan yang menghadapi tekanan besar setelah perceraian.

Sarwendah Mengadu ke Komnas Perempuan

Kris Samsiwu menjelaskan, kedatangan Sarwendah ke Komnas Perempuan bukan bertujuan mencari pihak yang benar maupun salah. Sebaliknya, lembaga tersebut dipilih sebagai tempat untuk mencari jalan tengah agar persoalan keluarga tidak terus menjadi konsumsi publik.

Ia menyebut Sarwendah menceritakan perjalanan rumah tangganya sejak awal pernikahan hingga konflik yang berkembang setelah perceraian. Setelah menyampaikan seluruh keluh kesahnya, Sarwendah disebut merasa lebih lega karena memperoleh ruang untuk menyampaikan apa yang selama ini dipendam.

Menurut kuasa hukumnya, tekanan psikologis yang diterima Sarwendah selama beberapa bulan terakhir cukup berat. Namun sebagai ibu, ia berusaha tetap tampil kuat di depan anak-anak dan tidak ingin menunjukkan kesedihan yang bisa memengaruhi kondisi psikologis mereka.

Baca Juga: 48 Titik Potensi Wisata di Koridor JLS Tulungagung Tertahan, Status Lahan Belum Tuntas Jadi Kendala Utama

Bantah Tudingan Persulit Ruben Onsu Bertemu Anak

Salah satu poin yang paling disorot adalah tudingan bahwa Sarwendah mempersulit Ruben Onsu bertemu dengan ketiga anak mereka.

Abraham Simon membantah tudingan tersebut secara tegas. Ia menyatakan komunikasi antara Ruben dan Sarwendah tetap terbuka dan nomor telepon Sarwendah tidak pernah diblokir.

Menurutnya, apabila Ruben ingin bertemu anak-anak, seharusnya komunikasi dilakukan secara aktif dengan mantan istrinya untuk menyusun jadwal yang sesuai. Ia mengklaim tidak pernah ada upaya yang benar-benar dihalangi oleh pihak Sarwendah.

Kuasa hukum Sarwendah menilai berbagai persoalan yang muncul lebih banyak dipicu miskomunikasi dibanding adanya kesengajaan menghalangi hubungan ayah dan anak.

Fokus Menjaga Kebahagiaan Anak

Dalam penjelasannya, tim kuasa hukum juga mengungkap bahwa kebahagiaan anak menjadi prioritas utama Sarwendah.

Mereka mengatakan Sarwendah tidak ingin anak-anak ikut terbebani oleh konflik orang tua. Karena itu, aktivitas media sosial anak-anak pun berusaha dibatasi agar tidak terpapar berbagai pemberitaan yang berkembang.

Menurut mereka, setiap kali bersama anak-anak, Sarwendah berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga tekanan yang dirasakan sebagai seorang ibu dapat sedikit berkurang.

Baca Juga: Pemulangan Jemaah Haji Tulungagung Dimulai 28 Juni, Tiba Bergelombang hingga 1 Juli, Kloter 102 hingga 105 Tiba Lebih Dulu

Polemik Nafkah dan Biaya Rumah Tangga

Kuasa hukum Sarwendah turut meluruskan isu mengenai biaya rumah tangga yang sempat ramai diperbincangkan publik.

Mereka menegaskan bahwa pengeluaran rumah tangga bernilai ratusan juta rupiah per bulan bukanlah uang pribadi Sarwendah. Dana tersebut disebut digunakan untuk kebutuhan anak-anak, biaya sekolah, perawatan rumah, pengasuh, hingga berbagai kebutuhan rutin yang sebelumnya juga telah berjalan sejak sebelum perceraian.

Mereka juga membantah anggapan bahwa hak bertemu anak dijadikan alat tawar-menawar dengan kewajiban nafkah.

Menurut Abraham Simon, nafkah merupakan kewajiban ayah berdasarkan hukum, sedangkan hak bertemu anak merupakan persoalan berbeda yang harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

Ia mengungkapkan sejak akhir 2025 sejumlah kebutuhan anak bahkan telah lebih banyak ditanggung Sarwendah tanpa mempermasalahkannya di ruang publik.

Minta Konflik Diselesaikan Secara Tertutup

Menutup penjelasannya, kuasa hukum Sarwendah berharap polemik antara kedua belah pihak tidak lagi diperdebatkan melalui media maupun media sosial.

Mereka mengajak seluruh pihak mengutamakan kepentingan anak dengan menyelesaikan setiap perbedaan melalui dialog atau mekanisme hukum yang tersedia apabila memang diperlukan.

Menurut mereka, baik Ruben Onsu maupun Sarwendah sama-sama merupakan orang tua yang menyayangi anak-anaknya. Karena itu, ruang digital diharapkan tidak lagi dipenuhi saling tuding yang justru dapat meninggalkan jejak digital negatif bagi ketiga anak mereka di masa depan.

Baca Juga: Enam Jemaah Haji Tulungagung Pulang Lebih Awal, Ini Rincian Kloter dan Proses Pemulangannya

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#sarwendah #ruben onsu #KPAI #hak asuh anak #Komnas Perempuan