Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak, Soroti Dugaan Eksploitasi Putri Saat Live Sarwendah hingga KPAI Buka Peluang Mediasi

Fadhilah Salsa Bella • Senin, 29 Juni 2026 | 18:20 WIB
Ruben Onsu gugat hak asuh anak usai soroti dugaan eksploitasi putrinya saat live Sarwendah. KPAI siap memfasilitasi mediasi (Pinterest).
Ruben Onsu gugat hak asuh anak usai soroti dugaan eksploitasi putrinya saat live Sarwendah. KPAI siap memfasilitasi mediasi (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG – Polemik antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas. Kali ini, Ruben secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya setelah putri sulungnya kembali terlihat tampil dalam siaran langsung (live) yang digunakan untuk mempromosikan produk. Situasi tersebut membuat Ruben mempertimbangkan langkah hukum berupa gugatan hak asuh anak sekaligus membuka kemungkinan melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Isu Ruben Onsu gugat hak asuh anak menjadi sorotan setelah ayah tiga anak itu mengunggah ulang potongan video yang memperlihatkan Talia ikut berada dalam siaran langsung bersama Sarwendah. Dalam unggahannya, Ruben menyampaikan bahwa dirinya tidak sedang mencari pembenaran, melainkan menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua untuk melindungi anaknya.

Ruben juga meminta agar anak-anaknya tidak lagi dilibatkan dalam aktivitas promosi maupun siaran langsung yang dinilai belum sesuai dengan usia mereka. Ia menegaskan persoalan rumah tangga telah selesai, namun urusan pengasuhan anak tetap menjadi tanggung jawab kedua orang tua.

Baca Juga: 48 Titik Potensi Wisata di Koridor JLS Tulungagung Tertahan, Status Lahan Belum Tuntas Jadi Kendala Utama

Ruben Soroti Keterlibatan Anak dalam Live Streaming

Perhatian publik tertuju pada video yang memperlihatkan Talia berada dalam sesi live promosi sebuah produk makanan. Dalam tayangan tersebut, sang anak tampak meminta tambahan produk yang dikonsumsi, sementara Sarwendah dan Giorgio Antonio memberikan respons terkait batas konsumsi.

Momen itu memicu beragam komentar dari warganet. Sebagian menilai keterlibatan anak dalam aktivitas komersial tersebut kurang tepat, terutama karena dilakukan pada malam hari ketika anak seharusnya beristirahat.

Ruben mengaku menerima banyak kiriman video dari berbagai pihak yang menurutnya menunjukkan tayangan yang kurang pantas melibatkan anak-anak. Sebagai ayah, ia merasa perlu mengambil langkah agar putrinya tidak terus berada dalam situasi serupa.

Pertimbangkan Gugatan Hak Asuh Anak

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah hukum. Selain menggugat hak asuh anak, mereka juga mempertimbangkan menyampaikan pengaduan kepada KPAI terkait dugaan eksploitasi anak.

Menurut tim kuasa hukum, keterlibatan anak di bawah umur dalam aktivitas promosi produk secara rutin dapat menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu hak anak untuk beristirahat, belajar, dan menikmati masa tumbuh kembangnya.

Meski demikian, mereka menegaskan setiap keputusan akan ditempuh secara hati-hati tanpa terburu-buru. Seluruh langkah disebut telah dikaji secara matang agar tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Baca Juga: Lima Jemaah Haji Tulungagung Wafat di Tanah Suci pada Pelaksanaan Haji 1447 H

Sarwendah Tempuh Jalur Mediasi

Di sisi lain, Sarwendah memilih mengurangi aktivitas di media sosial di tengah derasnya sorotan publik. Melalui kuasa hukumnya, ia dikabarkan telah mengirimkan surat kepada Ruben Onsu yang berisi ajakan untuk melakukan pertemuan atau joint meeting.

Sarwendah berharap persoalan yang berkembang dapat diselesaikan melalui komunikasi secara langsung tanpa harus terus diperdebatkan di ruang publik.

Namun, pihak Ruben menyebut surat tersebut belum mencantumkan jadwal maupun waktu pertemuan secara rinci sehingga belum dapat segera ditindaklanjuti.

Ruben menegaskan keinginannya sederhana, yakni menjalankan pola pengasuhan sesuai putusan pengadilan yang telah mengatur pembagian waktu bersama anak-anak.

KPAI Siap Fasilitasi Mediasi

Polemik yang terus berkembang juga mendapat perhatian KPAI. Meski belum menerima laporan resmi, lembaga tersebut menyatakan siap memfasilitasi mediasi apabila kedua belah pihak menghendakinya.

Menurut KPAI, kebutuhan utama anak bukan hanya soal tempat tinggal, melainkan memperoleh kasih sayang dari ayah dan ibu secara seimbang. Karena itu, komunikasi antara kedua orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga tumbuh kembang anak pascaperceraian.

KPAI juga menjelaskan apabila gugatan hak asuh benar-benar diajukan ke pengadilan, maka akan dilakukan asesmen psikologis dan sosial guna menilai pola pengasuhan yang paling sesuai dengan kepentingan terbaik bagi anak.

Sementara itu, kuasa hukum Ruben memastikan gugatan hak asuh kini memasuki tahap finalisasi. Setelah seluruh dokumen selesai diperiksa, gugatan tersebut disebut siap didaftarkan ke pengadilan dalam waktu dekat apabila tidak ada perubahan dari pihak klien.

Baca Juga: Enam Jemaah Haji Tulungagung Pulang Lebih Awal, Ini Rincian Kloter dan Proses Pemulangannya

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#sarwendah #ruben onsu #KPAI #hak asuh anak #eksploitasi anak