Radar Tulungagung- Nama Giorgio Antonio kembali menjadi sorotan publik setelah kedekatannya dengan Sarwendah semakin sering terlihat di berbagai siaran langsung TikTok. Di tengah hubungan yang terus menjadi perbincangan, Giorgio justru diterpa berbagai tudingan miring, mulai dari disebut sebagai "CEO gadungan", "CEO pengangguran", hingga mendapat julukan "mokondo" atau modal kantong kosong dari sebagian netizen.
Beragam tudingan itu bermula setelah beberapa cuplikan video live Giorgio bersama Sarwendah viral di media sosial. Potongan video tersebut memperlihatkan keduanya saling bercanda mengenai saldo dompet digital yang disebut habis dipakai Giorgio. Cuplikan singkat itu langsung memancing komentar negatif hingga memunculkan anggapan bahwa Giorgio hanya menumpang hidup kepada Sarwendah.
Tak ingin isu berkembang semakin liar, Giorgio akhirnya memberikan penjelasan secara terbuka melalui live streaming. Ia membantah keras seluruh tudingan yang menyebut dirinya hanya berpura-pura menjadi seorang CEO.
Menurut Giorgio, dirinya memang memiliki sejumlah perusahaan yang dapat diverifikasi secara resmi. Ia bahkan mempersilakan siapa pun mengecek legalitas perusahaan yang terdaftar atas namanya.
"Saya punya beberapa PT atas nama saya. Silakan dicek sendiri kalau memang penasaran," tegas Giorgio.
Live Streaming Bukan Berarti Tak Punya Bisnis
Salah satu alasan netizen meragukan Giorgio adalah kebiasaannya tampil melakukan live streaming hampir setiap hari. Banyak yang beranggapan seorang CEO tidak mungkin memiliki waktu untuk berjualan secara langsung di media sosial.
Namun Giorgio memiliki pandangan berbeda. Ia menjelaskan bahwa live streaming kini menjadi strategi pemasaran yang digunakan banyak pelaku usaha untuk membangun citra merek sekaligus meningkatkan penjualan produk.
Menurutnya, dirinya justru dibayar untuk melakukan live karena membawa nilai promosi bagi berbagai brand yang bekerja sama dengannya.
Ia juga mengatakan bahwa perkembangan industri digital membuat batas antara pebisnis dan content creator semakin tipis. Banyak pemilik perusahaan kini turun langsung memasarkan produknya melalui platform digital.
Jejak Bisnis Giorgio Mulai Terungkap
Di tengah ramainya tudingan tersebut, informasi mengenai latar belakang Giorgio Antonio juga mulai banyak dibahas publik.
Pria kelahiran 1993 itu diketahui memiliki darah keturunan Tionghoa, Belanda, dan Indonesia. Ia disebut aktif mengembangkan bisnis di berbagai bidang, mulai dari fashion, kebugaran, investasi hingga parfum.
Selain dikenal sebagai pebisnis, Giorgio juga pernah mengikuti kompetisi bodybuilding tingkat Asia dan cukup aktif menjadi model berbagai produk komersial.
Aktivitasnya di media sosial pun lebih banyak berisi konten motivasi bisnis, investasi, gaya hidup sehat, hingga promosi berbagai usaha yang dikelolanya.
Konten Viral Jadi Pemicu Salah Persepsi
Video mengenai saldo dompet digital yang ramai diperbincangkan ternyata hanyalah bagian dari materi promosi sebuah produk pembayaran digital.
Namun karena yang beredar hanya cuplikan singkat, banyak netizen menganggap isi video tersebut merupakan kejadian nyata.
Akibatnya, muncul berbagai komentar yang menyebut Giorgio bergantung secara finansial kepada Sarwendah.
Belakangan diketahui video tersebut merupakan bagian dari konsep iklan yang sengaja dibuat menyerupai percakapan sehari-hari agar lebih menarik perhatian penonton.
Tantang Netizen Datang ke Kantor
Merasa terus menjadi sasaran komentar negatif, Giorgio akhirnya memberikan tantangan terbuka kepada pihak yang meragukan statusnya sebagai pengusaha.
Ia mempersilakan siapa pun datang langsung ke kantornya untuk melihat aktivitas perusahaan maupun bertemu dengan para karyawannya.
Menurut Giorgio, dirinya tidak ingin terus menerus membuktikan kehidupan pribadinya kepada publik. Namun ia juga tidak akan tinggal diam jika terus difitnah tanpa dasar yang jelas.
Pro Kontra Terus Bergulir
Kontroversi mengenai Giorgio Antonio hingga kini masih memicu perdebatan di media sosial. Sebagian netizen tetap meragukan sosoknya karena dinilai terlalu aktif tampil di depan kamera, sesuatu yang dianggap berbeda dengan citra CEO pada umumnya.
Sebaliknya, banyak pula yang menilai tudingan tersebut berlebihan. Mereka beranggapan era digital telah mengubah cara para pebisnis memasarkan produknya sehingga tampil di media sosial bukan lagi hal yang aneh.
Terlepas dari berbagai pro dan kontra yang berkembang, nama Giorgio Antonio dipastikan masih akan terus menjadi perhatian publik, terutama selama kedekatannya dengan Sarwendah masih menjadi salah satu topik hangat di dunia hiburan Tanah Air.
Editor : Maylanni Diana Fitri