RADAR TULUNGAGUNG – Penyanyi Tantri Kotak mengungkap kondisi emosional yang tengah dialaminya setelah diduga menjadi korban penipuan oleh sahabatnya sendiri, Popi Nupitasari. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi dalam jumlah besar, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik dan aktivitas profesionalnya sebagai musisi.
Tantri membagikan pengalamannya melalui media sosial. Ia mengaku awalnya menikmati waktu libur bersama anak-anaknya sebelum menerima kabar yang mengubah suasana secara drastis. Informasi yang diterimanya melalui grup WhatsApp membuat dirinya langsung syok dan kehilangan semangat.
Perempuan bernama lengkap Tantri Syalindri Ichlasari itu menceritakan bahwa momen kebersamaan dengan keluarga yang seharusnya menjadi waktu berharga berubah menjadi awal dari cobaan yang berat.
"Dapat jatah libur dua hari buat main sama anak. Ketawa-ketawa, lihat WhatsApp grup, tiba-tiba dengar kabar enggak baik," tulis Tantri.
Kondisi Fisik dan Mental Menurun
Tantri mengaku kondisi mentalnya langsung menurun setelah mengetahui dugaan penipuan tersebut. Ia bahkan kehilangan nafsu makan dan tetap harus menjalankan pekerjaannya di tengah tekanan yang sedang dihadapi.
Menurutnya, selama dua hari setelah kabar itu muncul, ia tetap harus tampil menghibur penonton sekaligus menjalankan tugas sebagai juri di sebuah acara, meski pikirannya terus dipenuhi kekhawatiran.
"Hari ini setelah dua kali 24 jam dengan status yang masih belum ketemu di mana posisinya, harus sambil kerja menghibur dan sempat ngejuri juga," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa secara fisik dirinya memang berada di atas panggung, tetapi pikirannya terus memikirkan keberadaan terduga pelaku.
"Fisik di panggung, pikiran ke mana-mana. Tetap masih nunggu kabar, sudah ketemu belum orangnya? Ternyata masih nihil," lanjutnya.
Tabungan Anak Diduga Ikut Raib
Hal yang paling membuat Tantri terpukul adalah uang yang diduga dibawa kabur merupakan tabungan yang selama ini ia kumpulkan untuk masa depan anak-anaknya.
Ia mengaku merasa sangat sedih karena dana tersebut merupakan hasil kerja keras yang dipersiapkan sebagai hak anak-anaknya di masa mendatang.
"Hak anak-anak yang gue kumpulin selama ini fix lenyap. Kok tega?" tulis Tantri.
Tak hanya mengalami kerugian finansial, Tantri juga mengaku merasa dikhianati oleh orang yang selama ini dianggap sebagai teman dekat.
"Patah hati banget. Kirain beneran mau jadi teman, ternyata cuma manfaatin doang," ungkapnya.
Dugaan Korban Mencapai Banyak Orang
Dalam unggahannya, Tantri menyebut dugaan penipuan tersebut tidak hanya menimpa dirinya. Ia mengklaim masih banyak korban lain dengan total kerugian yang disebut mencapai hampir Rp10 miliar.
Menurut Tantri, hingga kini ia masih berusaha mencari keberadaan Popi Nupitasari yang disebut belum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Energi yang kupakai sekarang cari tahu di mana keberadaan Popi Nupitasari. Sampai sekarang enggak ada itikad baik," tulisnya.
Sudah Hubungi Keluarga
Tantri juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya menghubungi keluarga Popi Nupitasari. Namun, hingga saat ini langkah tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Popi Nupitasari terkait tuduhan yang disampaikan Tantri. Karena itu, dugaan penipuan tersebut masih merupakan klaim dari pihak Tantri dan belum memperoleh putusan hukum yang berkekuatan tetap.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik setelah unggahan Tantri ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menyampaikan dukungan dan berharap persoalan tersebut dapat segera menemukan titik terang melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan hukum.
Editor : Gita Dwi Nuraini