RADAR TULUNGAGUNG – Penyanyi Tantri Kotak mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri, Popi Nupitasari. Peristiwa tersebut disebut membuat vokalis grup band Kotak itu mengalami tekanan emosional yang cukup berat dalam beberapa hari terakhir.
Melalui unggahan di media sosial, Tantri menceritakan bahwa kabar buruk itu datang secara tiba-tiba ketika dirinya sedang menikmati waktu libur bersama keluarga. Momen yang seharusnya diisi dengan kebersamaan bersama anak-anak berubah menjadi awal dari situasi yang membuat kondisi mentalnya terguncang.
Tantri mengaku awalnya memanfaatkan libur selama dua hari untuk bermain dan berkumpul bersama anak-anaknya. Namun suasana itu berubah setelah ia menerima informasi mengejutkan dari sebuah grup percakapan WhatsApp.
"Dua hari ini berat dijalani. Perubahan perasaan yang teramat cepat. Dapat jatah libur dua hari buat main sama anak, ketawa-ketawa. Lihat WhatsApp grup tiba-tiba dengar kabar enggak baik," tulis Tantri.
Kondisi Emosional Menurun
Setelah mengetahui kabar tersebut, Tantri mengaku langsung mengalami tekanan emosional yang cukup berat. Ia mengatakan kehilangan nafsu makan dan kesulitan mengendalikan pikirannya karena dugaan penipuan itu dilakukan oleh orang yang selama ini dipercaya sebagai sahabat.
"Langsung drop banget, hilang nafsu makan. Hari ini setelah dua kali 24 jam dengan status yang masih belum ketemu di mana posisinya harus sambil kerja menghibur dan sempat ngejuri juga," lanjutnya.
Meski sedang menghadapi persoalan pribadi, Tantri tetap berusaha menjalankan pekerjaannya sebagai musisi. Ia tetap tampil menghibur penonton dan menjalankan tugas sebagai juri di sebuah acara meskipun pikirannya terus dipenuhi rasa cemas.
Menurutnya, hingga lebih dari 48 jam sejak kabar tersebut diterima, belum ada perkembangan berarti mengenai keberadaan pihak yang diduga terlibat.
"Fisik di panggung, pikiran ke mana-mana. Tetap masih nunggu kabar. Udah ketemu belum orangnya? Ternyata masih nihil," ungkap Tantri.
Tabungan Anak Jadi Korban
Hal yang paling membuat Tantri terpukul adalah uang yang diduga dibawa kabur merupakan tabungan yang selama ini ia kumpulkan untuk masa depan anak-anaknya. Ia mengaku merasa sangat sedih karena dana tersebut berasal dari hasil kerja keras yang dipersiapkan untuk keluarga.
"Hak anak-anak yang gue kumpulin selama ini fix lenyap. Kok tega," tulisnya.
Tantri juga mengungkapkan rasa kecewanya karena orang yang diduga melakukan tindakan tersebut merupakan sosok yang selama ini dianggap sebagai teman dekat.
Ia mengaku merasa dikhianati karena kepercayaan yang diberikan justru diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Sebut Banyak Korban
Selain mengaku menjadi korban, Tantri menyebut dugaan penipuan tersebut juga dialami oleh banyak orang lainnya. Berdasarkan keterangannya, total kerugian para korban disebut mencapai sekitar Rp10 miliar.
Meski demikian, angka tersebut masih merupakan klaim dari pihak Tantri dan belum mendapatkan konfirmasi dari aparat penegak hukum maupun pihak yang dituduh.
Tantri juga menyampaikan bahwa dirinya telah berusaha menghubungi keluarga Popi Nupitasari. Namun hingga kini upaya tersebut disebut belum membuahkan hasil.
Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Popi Nupitasari terkait tuduhan yang disampaikan Tantri. Oleh karena itu, dugaan penipuan tersebut masih menunggu proses hukum dan klarifikasi dari seluruh pihak yang terkait.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik setelah unggahan Tantri ramai dibagikan di media sosial. Banyak warganet memberikan dukungan dan berharap persoalan tersebut dapat segera menemukan penyelesaian melalui jalur hukum yang berlaku.
Editor : Gita Dwi Nuraini