TULUNGAGUNG - Perseteruan panas antara pasangan selebriti papan atas tanah air kembali memasuki babak baru yang kian memanas. Sentilan Minola Sebayang selaku kuasa hukum Ruben Onsu secara mengejutkan membongkar deretan fakta tersembunyi di balik perselisihan kliennya dengan Sarwendah. Dalam keterangannya, Minola menyoroti kontradiksi mendasar antara narasi korban yang kerap disampaikan pihak mantan istri di ruang publik dengan realitas hukum yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Eskalasi perselisihan yang kian memuncak ini dinilai makin melenceng jauh dari substansi awal mengenai masa depan dan kenyamanan psikologis anak-anak mereka. Sentilan Minola Sebayang menjadi perhatian publik karena secara terbuka menguliti lima poin krusial. Poin-poin tersebut mencakup tuduhan pelelangan rumah, konsep pengasuhan bersama (co-parenting), dugaan framing sepihak, hingga aksi perundungan digital di platform media sosial yang dinilai sengaja dialamatkan untuk menjatuhkan mental Ruben Onsu.
Menurut pihak kuasa hukum, opini masyarakat yang berkembang pesat saat ini tidak lepas dari pembentukan narasi sepihak yang terus dihembuskan ke khalayak luas. Oleh sebab itu, Sentilan Minola Sebayang dilayangkan secara tegas guna meluruskan seluruh fakta secara terukur dan proporsional. Langkah klarifikasi ini diambil agar publik tidak terjebak dalam simpang siur informasi yang berpotensi memojokkan serta merugikan posisi Ruben Onsu sebagai ayah kandung dari buah hatinya.
Baca Juga: Cara Bangun Bisnis dari Nol yang Realistis, Ini 3 Langkah Praktis untuk Pemula!
Isu Lelang Rumah dan Kritik Konsep Co-Parenting
Minola membeberkan bahwa tuduhan mengenai rumah Cilandak yang dikabarkan hendak dilelang oleh pihak bank bukanlah isu baru. Narasi gertakan tersebut rupanya sudah sering diutarakan sejak Oktober 2025 lalu untuk memberikan tekanan psikologis kepada Ruben. Pemicu awal gertakan itu berawal dari hal sepele, yakni pertanyaan pesan singkat mengenai permintaan tambahan tiket konser Blackpink yang tak terbalas. Minola lantas menyindir Sarwendah yang kini mengaku takut hingga memilih pindah rumah. Padahal pada tahun lalu, Sarwendah tetap santai menempati hunian tersebut sembari aktif melangsungkan siaran langsung di TikTok tanpa rasa khawatir.
Selain isu hunian, kritik tajam juga ditujukan terhadap konsep co-parenting yang selama ini digaungkan oleh kubu Sarwendah. Minola menilai skema pengasuhan bersama versi sebelah sangat tidak adil dan merugikan pihak ayah. Dalam praktiknya, anak-anak berada penuh di bawah kekuasaan pihak ibu dan Ruben dipersulit untuk bertemu. Namun di saat yang sama, Ruben terus dituntut untuk membiayai seluruh kebutuhan hidup anak secara finansial tanpa disertai ruang diskusi internal yang transparan.
Framing Sepihak dan Imbauan Profesional di TikTok
Menanggapi keluhan pihak Sarwendah yang mengaku tersudut hingga membuat anak-anak bersedih, Minola melayangkan sindiran balik secara menohok. Ia mempertanyakan empati pihak sebelah saat Ruben terlebih dahulu dilecehkan, dikatai pengecut, hingga diolok-olok sebutan "cong" secara berjamaah dalam siaran langsung TikTok. Minola menilai anak-anak hanya menerima informasi sepihak sehingga memicu jarak emosional dengan sang ayah. Ia juga mengimbau orang-orang yang tidak memiliki hubungan darah agar tidak berlagak paling memahami karakter dan kebutuhan anak-anak Ruben.
Baca Juga: Strategi Marketing Funnel Ini Bikin Penjualan Meledak, Langkah Nomor 3 Jarang Diketahui Pebisnis!
Peringatan tegas juga disampaikan terkait aktivitas siaran langsung Sarwendah bersama kekasihnya, Giorgio Antonio. Pihak Ruben menegaskan sama sekali tidak melarang kegiatan siaran langsung untuk mencari pendapatan atau menjaga eksistensi. Namun, Minola meminta agar siaran berjualan tersebut dilakukan secara profesional tanpa diselingi sindiran, kata-kata bernada pelecehan, atau upaya mendiskreditkan kehidupan pribadi Ruben.
Sebagai penutup, Minola memuji sikap dewasa dan bermartabat yang ditunjukkan oleh Ruben Onsu serta tim kerjanya. Di tengah berbagai tuduhan miring dan ejekan di ruang digital, Ruben terbukti tidak pernah menggunakan platformnya untuk mengejek, menyindir, atau membalas pelecehan tersebut. Ruben memilih tetap tenang dan fokus meluruskan fakta secara sah demi memperjuangkan haknya untuk bisa berkumpul kembali bersama anak-anak tercinta.
Editor : Natasha Eka SafrinaSumber : Cumicumi