JAKARTA - Sarwendah melalui kuasa hukumnya menunjukkan dokumen yang disebut sebagai surat peringatan ketiga dari bank terkait rencana eksekusi lelang agunan. Dokumen itu ditampilkan untuk menjawab klaim mengenai rumah yang disebut terancam dilelang.
Persoalan tersebut muncul di tengah konflik Sarwendah dan Ruben Onsu yang masih bergulir. Dalam tayangan Intens Investigasi, kuasa hukum Sarwendah memperlihatkan surat dari bank yang diterima di rumah kliennya.
Dokumen tersebut disebut memuat peringatan kepada debitur agar melakukan pelunasan utang. Jika kewajiban itu tidak dipenuhi, bank disebut akan menggunakan hak hukumnya, termasuk melaksanakan eksekusi lelang agunan.
Baca Juga: Thalia Putri Onsu Dituding Bukan Anak Ruben, Sarwendah Bongkar Bukti
Kuasa hukum Sarwendah kemudian mempertanyakan anggapan bahwa isu lelang tersebut hanya digunakan untuk menekan Ruben. Ia meminta publik melihat langsung dokumen yang ditampilkan.
“Apabila dalam waktu yang telah ditentukan tersebut debitur tidak melakukan pelunasan utang, maka kami akan menggunakan hak-hak hukum kami termasuk tapi tidak terbatas dengan melaksanakan eksekusi lelang dan agunan,” demikian bagian surat yang dibacakan dalam tayangan.
Kuasa Hukum Sarwendah Tunjukkan Surat Bank
Kuasa hukum Sarwendah menegaskan surat tersebut menjadi dasar pihaknya mempertanyakan kemungkinan rumah akan dilelang. Ia menyebut kliennya tidak mengada-ada ketika menanyakan persoalan tersebut.
Baca Juga: Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas, Pengacara Bongkar Akta 39 dan Gertakan Lelang Rumah
“Jadi lelang itu nyata ada rencananya, ada suratnya,” ujar kuasa hukum Sarwendah.
Dalam penjelasannya, kuasa hukum juga menunjukkan bagian surat yang disebut sebagai peringatan ketiga. Dokumen itu disebut mencantumkan batas waktu pelunasan dan ancaman eksekusi apabila kewajiban tidak diselesaikan.
Pihak Sarwendah menilai langkah untuk menanyakan status rumah kepada pihak terkait merupakan hal yang wajar. Mereka juga menyerahkan penilaian mengenai dokumen tersebut kepada publik.
Baca Juga: Pengacara Ruben Onsu Sindir Keras Klarifikasi Gio dan Sarwendah Soal Tudingan Tak Amanah Asuh Anak
Persoalan rumah itu menjadi salah satu bagian dari polemik setelah sidang mediasi kedua yang dijadwalkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan disebut batal karena hakim mediator berhalangan hadir.
Di tengah proses tersebut, pihak Sarwendah juga menanggapi sejumlah pernyataan Ruben Onsu mengenai kondisi rumah. Kuasa hukum Sarwendah kemudian memperlihatkan dokumen yang menurut mereka dapat menjelaskan duduk persoalan.
Tagihan Mobil Mini Cooper Ikut Disorot
Bukan hanya persoalan rumah, kuasa hukum Sarwendah juga menunjukkan percakapan yang disebut berkaitan dengan penagihan utang sebuah mobil Mini Cooper.
Baca Juga: Pengacara Ruben Onsu Sindir Keras Klarifikasi Gio dan Sarwendah Soal Tudingan Tak Amanah Asuh Anak
Menurut penjelasan kuasa hukum, pihaknya telah menanyakan persoalan tersebut kepada Sarwendah. Kliennya disebut merasa tidak pernah memiliki mobil Mini Cooper yang dimaksud.
Kuasa hukum juga memperlihatkan sejumlah percakapan terkait penagihan yang disebut terjadi beberapa kali. Dalam tayangan, percakapan tersebut disebut berlangsung pada April hingga Mei 2026.
“Yang pasti setelah kami tanyakan konfirmasi ke klien kami, klien kami merasa tidak pernah memiliki mobil Mini Cooper yang dimaksud,” kata kuasa hukum Sarwendah.
Baca Juga: Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas: Pengacara Buka Suara Soal Akta 39 dan Tiket Konser
Persoalan Tiket BLACKPINK
Persoalan lain yang ikut dibahas adalah tiket konser BLACKPINK. Kuasa hukum Sarwendah memberikan penjelasan mengenai percakapan yang disebut berkaitan dengan tiket konser tersebut.
Menurut pihak Sarwendah, tiket awalnya dibeli untuk tiga orang, yakni anak-anak dan Ruben Onsu. Namun, Ruben disebut berhalangan hadir.
Sarwendah kemudian disebut mempertanyakan bagaimana kondisi anak-anak ketika berada di lokasi konser. Kekhawatiran itu berkaitan dengan situasi stadion yang ramai apabila anak-anak hanya ditemani satu orang.
Kuasa hukum menjelaskan Sarwendah memang meminta tambahan satu kursi. Namun, menurut mereka, Sarwendah juga menyatakan bersedia membayar sendiri kursi tersebut.
Baca Juga: Pemicu Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Terkuak! Ternyata Berawal dari Tiket Konser Blackpink
Tujuannya, kata kuasa hukum, agar ada orang dewasa lain yang dapat mendampingi anak-anak. Dengan begitu, jika salah satu anak perlu pergi ke toilet, anak lainnya tetap dapat ditemani.
Di sisi lain, hubungan Sarwendah dengan Giorgio Antonio juga kembali menjadi sorotan setelah muncul sebuah unggahan di media sosial. Dalam unggahan yang dikutip tayangan tersebut, Giorgio menyampaikan komitmen untuk menjalani berbagai rintangan bersama Sarwendah.
“Bukan aku atau bukan kamu, tapi itu kita,” ujar Giorgio dalam pernyataan yang ditampilkan.
Baca Juga: Unggahan Ruben Onsu dan Sarwendah Bikin Heboh, Netizen Soroti Tatapan Giorgio dan Story Onyo
Sementara itu, Ruben Onsu menyampaikan bahwa keinginannya dalam persoalan dengan Sarwendah pada dasarnya adalah dapat bertemu anak-anak. Ia juga menanggapi sejumlah pernyataan di media sosial yang menurutnya dapat membentuk persepsi negatif terhadap dirinya dan keluarga.
Ruben menegaskan dirinya ingin proses tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Ia juga mengatakan terus berdoa agar persoalan yang dihadapinya menemukan jalan penyelesaian.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Intens Investigasi