Sarwendah Ajukan Audit Kesehatan Ruben Onsu, Ini Respons Kuasa Hukumnya

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Sarwendah mengajukan audit kesehatan Ruben Onsu di tengah polemik hak asuh anak. Kuasa hukum kedua pihak berbeda pandangan soal syarat pengasuhan. (Youtube. com)
Sarwendah mengajukan audit kesehatan Ruben Onsu di tengah polemik hak asuh anak. Kuasa hukum kedua pihak berbeda pandangan soal syarat pengasuhan. (Youtube. com)

JAKARTA - Sarwendah melalui kuasa hukumnya mengajukan tuntutan audit kesehatan terhadap Ruben Onsu di tengah polemik hak asuh anak. Langkah itu muncul setelah pihak Ruben meminta audit penggunaan dana untuk kebutuhan anak-anak.

Kuasa hukum Sarwendah, Kris Samsiwu, menjelaskan pihaknya tidak keberatan jika penggunaan dana anak diperiksa secara transparan. Namun, ia meluruskan bahwa dana yang dibayarkan Ruben bukan sekadar nafkah, melainkan biaya pemeliharaan dan pendidikan anak berdasarkan Akta 39.

Menurut Kris, biaya tersebut mencakup sejumlah kebutuhan anak yang terlebih dahulu ditalangi oleh Sarwendah. Setelah itu, biaya disebut ditagihkan kepada pihak Ruben dengan rincian penggunaan dan kemudian disetujui sebelum pembayaran dilakukan.

Baca Juga: Sentilan Minola Sebayang Terkait Narasi Sarwendah: Bongkar Isu Lelang Rumah hingga TikTok

“Jadi bukan nafkah. Nafkah itu hanya satu item yang ada di situ. Jadi angka yang sebesar itu bukan hanya murni satu nafkah, tetapi adalah biaya pemeliharaan dan pendidikan,” ujar Kris dalam tayangan Intens Investigasi.

Sarwendah Siap Buka Rincian Dana Anak

Kris menegaskan Sarwendah siap memberikan pertanggungjawaban terkait dana yang pernah diberikan untuk kebutuhan anak. Ia menyebut seluruh bukti penggunaan dana tersedia.

Menurutnya, mekanisme pembayaran selama ini dilakukan dengan sistem penggantian biaya. Sarwendah disebut lebih dulu membayar kebutuhan tertentu, kemudian menyampaikan rincian biaya kepada pihak Ruben.

Baca Juga: Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas, Pengacara Bongkar Akta 39 dan Gertakan Lelang Rumah

“Klien kami enggak ada masalah karena semua buktinya ada,” kata Kris.

Namun, pihak Sarwendah kemudian mengajukan tuntutan audit kesehatan terhadap Ruben. Audit tersebut dikaitkan dengan kewajiban orang tua untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anak ketika menjalankan pengasuhan.

Kris menjelaskan, persoalan kesehatan itu berkaitan dengan syarat ketika Ruben hendak bertemu anak-anak. Ia menegaskan pihak Sarwendah tidak melarang Ruben bertemu anak.

Baca Juga: Unggahan Ruben Onsu dan Sarwendah Bikin Heboh, Netizen Soroti Tatapan Giorgio dan Story Onyo

Ia bahkan menunjukkan adanya percakapan yang disebut menunjukkan Sarwendah telah mengizinkan pertemuan. Dalam percakapan itu, Sarwendah disebut menyiapkan bekal dan pakaian ganti anak-anak.

“Saya blok, saya sensor ya. Penting buat sama-sama menjaga kesehatan anak-anak,” ujar Kris saat menjelaskan bagian percakapan tersebut.

Menurut Kris, menjaga kondisi kesehatan anak merupakan kewajiban orang tua. Ia juga merujuk pada sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak yang menurutnya mengatur kewajiban orang tua melindungi kesehatan dan keselamatan anak.

Baca Juga: Unggahan Ruben Onsu dan Sarwendah Bikin Heboh, Netizen Soroti Tatapan Giorgio dan Story Onyo

Minola Sebayang Pertanyakan Syarat Baru

Pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, memberikan respons terhadap tuntutan audit kesehatan tersebut. Minola menyebut persoalan syarat kesehatan menjadi salah satu ganjalan dalam proses mediasi.

Menurut Minola, ketentuan mengenai kesehatan tidak tercantum dalam Akta 39 yang menjadi kesepakatan kedua pihak. Ia menilai syarat tersebut baru muncul setelah perjanjian ditandatangani.

“Di dalam Akta 39 itu tidak mengatur tentang adanya syarat,” ujar Minola.

Baca Juga: Sentilan Minola Sebayang Terkait Narasi Sarwendah: Bongkar Isu Lelang Rumah hingga TikTok

Minola juga menyebut Ruben tetap dapat bertemu anak-anak setelah perceraian dan setelah Akta 39 ditandatangani. Menurutnya, pada saat itu tidak ada syarat kesehatan yang diberlakukan.

Ia mempertanyakan alasan syarat tersebut baru muncul dalam proses yang berjalan sekarang. Menurut Minola, jika sejak awal terdapat persoalan kesehatan yang dianggap berpengaruh terhadap anak, hal itu semestinya dapat dituangkan dalam kesepakatan.

Polemik tersebut membuat proses mediasi antara kedua pihak kembali menjadi sorotan. Masing-masing kubu memiliki alasan untuk mempertahankan pandangan mereka terkait pengasuhan anak.

Baca Juga: Unggahan Ruben Onsu dan Sarwendah Bikin Heboh, Netizen Soroti Tatapan Giorgio dan Story Onyo

KPAI Soroti Konflik Ruben dan Sarwendah

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah juga mendapat perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI. Lembaga tersebut menyayangkan konflik yang bersifat privat justru terus berkembang menjadi konsumsi publik.

KPAI menekankan kepentingan dan kondisi psikologis anak harus menjadi prioritas. Anak dinilai tidak seharusnya terseret dalam konflik orang dewasa.

“Ini adalah ranah privat, ranah keluarga,” ujar perwakilan KPAI dalam tayangan tersebut.

KPAI berharap jalur mediasi yang sedang ditempuh dapat menjadi langkah untuk menyelesaikan persoalan pengasuhan. Menurut lembaga tersebut, anak tetap membutuhkan pengasuhan dari kedua orang tuanya.

Baca Juga: Sentilan Minola Sebayang Terkait Narasi Sarwendah: Bongkar Isu Lelang Rumah hingga TikTok

Di tengah perbedaan pandangan soal audit dana dan audit kesehatan, penyelesaian konflik Ruben Onsu dan Sarwendah masih menjadi perhatian. Kedua pihak sama-sama menyatakan memiliki dasar untuk mempertahankan sikap masing-masing.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Intens Investigasi
Audit Kesehatan sarwendah ruben onsu KPAI hak asuh anak