JAKARTA - Audit nafkah anak Ruben Onsu kembali menjadi sorotan di tengah polemik dengan Sarwendah. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menegaskan pihaknya meminta perincian penggunaan dana yang diberikan untuk kebutuhan anak-anak.
Permintaan tersebut disebut muncul karena nominal kebutuhan anak dinilai berubah-ubah dan belum memiliki perincian yang jelas. Pihak Ruben ingin mengetahui secara transparan berapa dana yang benar-benar digunakan untuk kebutuhan buah hati mereka.
Minola menilai permintaan pertanggungjawaban itu merupakan hal yang wajar. Menurut dia, pemeliharaan dan pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ayah, tetapi juga ibu.
“Karena kan bukan semua item. Kalau kita merujuk kepada Pasal 45 Undang-Undang Perkawinan, tetap yang memiliki tanggung jawab terhadap anak itu adalah ayah dan ibu,” ujar Minola dalam tayangan Intens Investigasi.
Ruben Onsu Minta Perincian Dana Anak
Minola mengatakan pihak Ruben sebelumnya sudah meminta perincian pengeluaran anak dalam ruang tertutup. Namun, hingga kini pihaknya mengaku belum mendapatkan gambaran pasti mengenai total kebutuhan anak setiap bulan.
Dia mencontohkan adanya tagihan kartu kredit yang disebut berkaitan dengan kebutuhan anak. Menurut Minola, perincian pemakaian diperlukan agar pihak Ruben mengetahui pengeluaran yang benar-benar digunakan untuk kepentingan anak.
Baca Juga: Unggahan Ruben Onsu dan Sarwendah Bikin Heboh, Netizen Soroti Tatapan Giorgio dan Story Onyo
“Makanya dengan adanya transparansi pihak Sarwenda tentu tidak perlu lagi mengirimkan pesan singkat berulang kali untuk menagih dana tersebut,” kata Minola.
Dalam keterangannya, Minola juga menyebut angka Rp75 juta yang pernah dibicarakan. Namun, dia menegaskan nominal tersebut disebut berdasarkan percakapan melalui pesan, bukan kesepakatan maupun putusan.
Pihak Ruben juga membantah anggapan bahwa permintaan perincian berarti dirinya enggan memberikan nafkah. Minola menyebut Ruben tetap ikhlas mengeluarkan uang untuk kebutuhan anak-anaknya.
Baca Juga: Klarifikasi Mengejutkan Gio Kekasih Sarwendah, Ruben Onsu Absen Sidang Perdana Hak Asuh Anak
Namun, menurutnya, transparansi diperlukan agar pemberian nafkah tidak lagi bergantung pada tagihan yang berubah-ubah. Ruben diharapkan bisa mengetahui kebutuhan riil anak setiap bulan.
Minola bahkan menyebut persoalan perincian penggunaan dana tersebut berpotensi digunakan sebagai salah satu dalil dalam persidangan. Menurut dia, pertanggungjawaban diperlukan untuk melihat apakah dana yang dipercayakan benar-benar dikelola untuk kepentingan anak.
Praktisi Hukum Setuju Dilakukan Audit
Polemik tersebut kemudian mendapat tanggapan praktisi hukum Agustinus Nahak. Dia menyatakan setuju apabila Ruben benar-benar mengajukan audit resmi terhadap aliran dana nafkah anak.
Baca Juga: Sidang Hak Asuh Anak Ruben Onsu Digelar, Denny Sumargo Buka Suara dan Gio Beri Peringatan Hukum
Agustinus menilai audit dapat menjadi cara untuk memastikan transparansi penggunaan dana. Menurut dia, uang yang diberikan Ruben merupakan nafkah untuk anak, bukan untuk mantan pasangan.
“Jadi kalau saya dari awal saya bilang sama teman-teman semua, memang sebaiknya supaya adil harus dilakukan memang audit,” ujar Agustinus.
Dia mencontohkan sejumlah kebutuhan yang dapat diperinci, mulai biaya sekolah, makanan hingga uang jajan anak. Dengan begitu, jumlah kebutuhan anak setiap bulan dapat diketahui secara lebih jelas.
Baca Juga: Pengacara Ruben Onsu Sindir Keras Klarifikasi Gio dan Sarwendah Soal Tudingan Tak Amanah Asuh Anak
Agustinus juga menilai transparansi bisa memberikan kepuasan bagi pihak yang memberikan nafkah. Ruben dapat mengetahui bahwa uang yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anaknya.
KPAI Minta Konflik Tidak Meluas
Di tengah perdebatan mengenai nafkah dan audit, KPAI mengingatkan kedua orang tua agar tidak melupakan kepentingan anak. Konflik berkepanjangan dinilai berpotensi membuat hak anak dalam pengasuhan terabaikan.
KPAI meminta kedua pihak melokalisir persoalan dan menghentikan kebiasaan saling membuka aib di ruang publik. Fokus utama seharusnya tetap pada pemenuhan hak anak, termasuk akses bertemu dan kedekatan dengan kedua orang tua.
Baca Juga: Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas, Pengacara Bongkar Akta 39 dan Gertakan Lelang Rumah
“Kami berharap fokus kepada pemenuhan hak anak dalam hal ini akses bertemu,” ujar perwakilan KPAI dalam tayangan tersebut.
KPAI menekankan anak membutuhkan kasih sayang, kedekatan, kelekatan, serta tumbuh kembang yang baik. Karena itu, konflik antara orang tua diharapkan tidak melebar hingga berdampak terhadap kondisi anak.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah sengketa mengenai audit nafkah anak Ruben Onsu, kepentingan dan tumbuh kembang anak tetap perlu menjadi perhatian utama.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Intens Investigasi