Pembelaan Sarwendah Usai Dituduh Pesugihan hingga Buka Suara Soal Utang Bangun Rumah Rp250 Juta

Nadhifatul Azmi Nur Azizah • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:01 WIB
Sarwendah tegaskan kepergiannya ke Gunung Kawi murni syuting horor, bukan pesugihan. Ia juga luruskan soal cicilan rumah Rp250 juta dan anak.
Sarwendah tegaskan kepergiannya ke Gunung Kawi murni syuting horor, bukan pesugihan. Ia juga luruskan soal cicilan rumah Rp250 juta dan anak.

JAKARTA - Sarwendah akhirnya angkat bicara dan memanfaatkan hak jawabnya untuk meluruskan berbagai isu liar yang menyudutkan dirinya pascaperceraian dari Ruben Onsu. Lewat perbincangan mendalam, mantan personel Cherrybelle ini memberikan klarifikasi tegas terkait tuduhan melakukan ritual pesugihan di Gunung Kawi hingga sengketa finansial dan hak asuh anak yang belakangan menyita perhatian publik.

Terkait kabar pesugihan yang sempat viral dan memicu spekulasi netizen, Sarwendah membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan keberadaannya di Gunung Kawi murni untuk menjalani proses syuting program horor berbayar bertajuk KBP The Lost World bersama tim produksi MOP Channel. Kehadirannya di lokasi tersebut dilakukan secara profesional sebagai pengisi acara, bukan untuk menjalani ritual penyerahan tumbal atau pesugihan.

Proses syuting di kawasan tersebut juga melibatkan interaksi dengan kuncen setempat untuk menghormati adat serta tradisi lokal, seperti tradisi syukuran makan nasi kuning bersama seluruh kru. Klarifikasi ini pun diperkuat oleh konfirmasi langsung dari Pesulap Merah (Marcel Radhival) yang dihubungi di tengah perbincangan, di mana ia membenarkan bahwa narasi pesugihan yang beredar di masyarakat hanyalah bentuk pemotongan video oleh pihak tak bertanggung jawab.

Baca Juga: Rumah Satu Lantai Bieshouse, Nyaman dengan Taman dan Renovasi Rp30 Juta

Selain isu mistis, Sarwendah membeberkan dinamika komunikasi yang memburuk terkait urusan anak dan pembagian harta pascaberceraian. Mengenai isu pembatasan akses bertemu anak, Sarwendah menegaskan dirinya tidak pernah melarang Ruben Onsu untuk menemui buah hati mereka. Kendala utama justru bersumber dari komunikasi yang tidak lancar, insiden pergantian nomor telepon tanpa pemberitahuan, hingga pesan singkat dari dirinya yang kerap tak mendapat respon dari pihak Ruben.

Dampak dari kegaduhan komunikasi di media sosial ini juga berimbas psikologis pada anak-anak mereka. Sarwendah mengungkapkan bahwa putri pertamanya, Thalia, bahkan sempat mengalami tantrum dan mendapatkan penanganan dari psikolog anak. Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya aksi cyberbullying dari warganet yang menyasar anak-anak di bawah umur akibat potongan-potongan narasi negatif yang beredar liar di internet.

Sarwendah turut mengklarifikasi persoalan finansial serta cicilan rumah senilai Rp250 juta per bulan yang sempat diungkap oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang. Ia menjelaskan bahwa rumah di kawasan Cilandak tersebut sejak awal disepakati untuk dibangun ulang bersama dari tanah kosong. Sertifikat tanah tersebut kemudian dijaminkan ke bank oleh Ruben Onsu untuk memenuhi kebutuhan biaya pembangunan fisik rumah tersebut.

Baca Juga: Renovasi Rumah Hemat Rp250 Juta, Evi Ubah Rumah Developer Jadi 2 Lantai

Dalam kesepakatan notaris terkait pembagian empat aset properti pascaperceraian, disetujui bahwa dua aset dialokasikan untuk Sarwendah dan dua aset lainnya untuk Ruben. Namun, Sarwendah menyesalkan langkah pihak hukum lawan yang mempublikasikan data-data pribadi serta dokumen keuangan ke ruang publik tanpa melakukan sensor, terlebih dokumen tersebut mencantumkan nama mendiang ayahnya yang dahulu membantu proses konstruksi bangunan.

Editor : Nadhifatul Azmi Nur Azizah
sarwendah ruben onsu Pesugihan Gunung Kawi perceraian artis Pesulap Merah