Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Niken Yatnaningtias, Perajin Glass Painting

Anggi Septian Andika Putra • Rabu, 24 Oktober 2018 | 20:40 WIB
niken-yatnaningtias-perajin-glass-painting
niken-yatnaningtias-perajin-glass-painting

Melukis atau pun menggambar tak harus memakai media kanvas. Berbagai media lain bisa dimanfaatkan. Salah satunya gelas kaca untuk kerajinan glass painting. Seperti yang ditekuni Niken Yatnaningtyas.


WHENDY GIGIH PERKASA


Niken Yatnaningtyas selalu memiliki semangat berkarya. Tak heran jika warga Jalan Pahlawan, Desa/Kecamatan Kedungwaru, ini memiliki keterampilan membuat berbagai kerajinan, termasuk yang kini terus ditekuni, glass painting. Yakni menggambar menggunakan media gelas atau kaca.


Saat wawancara kemarin (23/10), Niken -sapaan akrabnya- mengaku mulai menekuni glass painting sejak 2013 lalu. Berawal ketika dirinya ikut pelatihan membuat kerajinan tersebut di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Sepulang dari pelatihan, lantas memutuskan menekuni dengan mengembangkan berbagai pola dan lebih banyak memakai gelas atau kaca.


Untuk membuat glass painting, ada berbagai peralatan yang harus disiapkan. Terutama media berupa gelas atau kaca. Umumnya bahan itu yang dipakai, tanpa warna alias bening.


Ketika wartawan Jawa Pos Radar Tulungagung datang ke rumah wanita ramah tersebut, tampak berbagai bentuk gelas kaca, vas bunga, botol bekas, piring, toples, mangkuk, dan lain sebagainya di atas meja tempatnya membuat glas painting.


Selain bahan, peralatan yang dipakai berupa outliner sebagai pensilnya untuk membuat pola pada kaca, kuas yang berbentuk gepeng dan lancip, palet, tusuk sate, kertas untuk menjiplak pola, tiner A, tisu, dan cotton bud untuk menghapus kesalahan goresan outliner.


“Tidak harus gelas. Vas bunga, botol bekas, juga bisa dipakai untuk glass painting,” ungkapnya.


Untuk membuat glass painting ini, tahap awal tentu saja permukaan gelas atau kaca yang akan dilukis harus bersih. Jangan sampai ada debu karena akan mempengaruhi hasil lukisan. Tahap selanjutnya, membuat pola atau sketsa sesuai keinginan. Contohnya gambar bunga, buah, daun, atau pun motif batik.


Langkah berikutnya, mulai melukis memakai kuas sesuai pola menggunakan cat kaca. Pada tahap ini bisa memakai kuas atau tusuk gigi untuk pewarnaan. Pada proses itu butuh ketelatenan dan kesabaran. Jika tergesa-gesa, hasil lukisan kurang baik dan tak sesuai pola.


Dia mengaku, membuat satu gelas suvenir glass painting butuh sekitar dua jam. Mulai menggambar pola sampai mengecat. Untuk proses pengeringan, butuh waktu sekitar 30 menit. Namun tetap tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.


Jika pembuatan jumlah banyak, pertama perlu membuat dulu gambarnya dengan outliner sampai semua media tergambar. Setelah semua media digambar, baru dicat untuk mempercepat proses pengerjaan.


“Paling sulit ketika membuat pola di permukaan cekung atau pun cembung,” jelas wanita berusia 48 tahun ini.


Dia berharap, glass painting bisa lebih dikenal di Tulungagung. Dengan begitu, bisa membuka peluang usaha bagi masyarakat. Sejauh ini, dirinya sudah memasarkan kerajinannya itu ke berbagai kota di Jatim. (*/ed/din)

Editor : Anggi Septian Andika Putra