Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Enam Siswi Raih Juara I Festival Kreasi Seni Bakat Tingkat Nasional

Didin Cahya Firmansyah • Selasa, 20 November 2018 | 16:30 WIB
enam-siswi-raih-juara-i-festival-kreasi-seni-bakat-tingkat-nasional
enam-siswi-raih-juara-i-festival-kreasi-seni-bakat-tingkat-nasional

Meski persiapan hanya dua minggu, enam siswi mampu menjadi juara I dalam festival kreasi seni dan bakat tingkat nasional.



AGUS DWIYONO



Enam siswi menjadi juara satu dalam festival kreasi seni dan bakat tingkat nasional. Yakni Hani Fransista; Hana Fansiska; Ellen Nova Damayanti; Lia Oktaviana Devi; Melia Lutviana Putri; serta Yeta Pradina Ainun Rianto.



Mereka memukau dewan juri dan mengalahkan ratusan peserta dari seluruh penjuru Indonesia.



Untuk diketahui enam siswa masih kelas X dan XI di SMK Kesehatan Brawijaya Tulungagung ini, ikut lomba di Maspion Square Surabaya, Rabu (14/11) lalu. “Tidak percaya juara satu, padahal sempat gugup lihat tim lawan berlaga,” ungkap ketua ekstrakurikuler tari di sekolah tersebut, Hani Fransista, kemarin (19/11).



Dia mengaku, saat melihat beberapa peserta lain tampil seakan tidak ada harapan menang. Sebab melihat penampilan dari Jakarta dan Bandung, jika dilihat segi kostum sudah terlihat menarik. “Peserta lain banyak menyajikan dance, kalau kami murni kesenian,” ungkapnya.



Apalagi tim dari SMK itu hanya memiliki waktu dua minggu sebelum festival dimulai. Ditambah beban setiap peserta kesulitan dalam membawakan perannya masing-masing. Satu anak berperan menjadi satu hingga tiga orang. “Kami bawa tema asal usul reog kendang Tulungagung. Setiap orang berperan ada yang tiga, seperti Ellen Nova Damayanti berperan sebagai raja Mahesa Sura, prajurit, dan penari reog,” ungkapnya.



Meski demikian, latihan dua minggu dimaksimalkan hingga larut malam. Selain itu menghafalkan naskah-naskah, buat musik dan rekaman. “Semua dibuat sendiri, karena kami memiliki pembimbing dalam semua pembuatan, penata musik Agung Zhoharil, penata kostum, rias dan tari, Okynawa Kiki Adista,” jelasnya.



Menurut dia, selama latihan  sempat mengalami kesulitan, di antaranya berperan menjadi seorang laki-laki, mulai dari baju, hingga gerakan. “Sulit melakukan gerakan laki-laki, kami semua perempuan dan harus sesuai peran menjadi laki-laki tulen,” ungkapnya.



Peserta lain, Ellen Nova Damayanti mengaku, ikut kegiatan pertama kali, selain dapat pengalaman baru, juga sempat berkenalan dengan peserta dari berbagai provinsi. “Yang jelas kami banyak pengalaman baru, baru pertama kali kami ikut kegiatan ini,” ujarnya.



Dia mengatakan, saat timnya berlaga di panggung, pernah salah memakai atribut. Disebabkan satu anak berperan hingga tiga orang. “Dua menit harus berganti pakaian, bahkan setelah berperan sebagai laki-laki dan langsung menjadi perempuan, kumis saya sampai belum dihilangkan,” ungkapnya.


KepalaSMK Kesehatan Brawijaya Tulungagung Lina Ri’ayatus Sariroh mengatakan,meskisekolah pendatang baru di Tulungagung, akanmenjadikan sekolahnya terus berkaryasesuai kreativitas yang dimiliki setiap individu.“Barudua tahun berdiri, dan kami juga tidakmenyangka sekolah baru menjadijuara satu tingkat nasional,” ujarnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah