Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cara Dhanny Setiawan Manfaatkan Kardus Bekas dan Kertas Duplex

Anggi Septian Andika Putra • Senin, 26 November 2018 | 20:12 WIB
cara-dhanny-setiawan-manfaatkan-kardus-bekas-dan-kertas-duplex
cara-dhanny-setiawan-manfaatkan-kardus-bekas-dan-kertas-duplex

Barang bekas acapkali menumpuk di sekitar rumah. Namun bagi Dhanny Setiawan, warga Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, barang-barang tersebut menyimpan sejuta manfaat. Bahkan, dia sering diundang ke berbagai daerah untuk mengajarkan pemanfaatan barang bekas.


Sebuah rumah sederhana di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, kemarin (25/11) tampak sepi. Meskipun demikian, si empunya rumah tidak bepergian jauh karena pintu ruang depan masih terbuka lebar. Sejurus kemudian, seorang lelaki yang tidak lain Dhanny Setiawan mempersilakan masuk.


Begitu melangkah masuk, pandangan Koran ini tertuju pada tumpukan kardus maupun majalah bekas. Namun jangan menganggap benda tersebut hendak dibakar atau diloak, tetapi bakal disulap menjadi sebuah benda bernilai ekonomis. “Sampai kini, saya tetap suka mengolah barang bekas menjadi lebih fungsional lagi,” katanya memulai obrolan.


Menurut dia, ketertarikannya pada hal ini sebenarnya sudah cukup lama. Hingga akhirnya ditekuninya sampai hari ini. Bahkan aktivitasnya tersebut membuat dia sering diundang menjadi dosen tamu maupun pengajar di beberapa lembaga pendidikan. Baik itu di lingkup Tulungagung maupun luar Jawa Timur.


Dhanny. sapaan akrabnya, mengakui awal perjalanan aktivitasnya itu dari membuat scrapbook. Tak mustahil, dia menyimpan begitu banyak majalah bekas yang sudah tidak dibaca lagi. Dari benda yang diolah dan disusun sedemikian rupa, ternyata membuat banyak orang tertarik tatkala diunggah ke media sosial (medsos). “Masih ada beberapa scrapbook yang hendak saya kirim ke Jakarta,” ungkapnya.


Kondisi yang agak berbeda kini sedang dilakoninya. Alumnus STIE Perbanas Surabaya ini sedang merekayasa kardus maupun duplex. Dari lembaran kertas tebal ini disulapnya menjadi sebuah kalender universal. Artinya, meskipun ganti tahun, tidak perlu beli kalender baru. Karena angka-angka di kalender tersebut bisa dibongkar pasang. “Angka yang ada di rumah kalender ini pun dari kalender bekas yang saya potong-potong. Jika sudah tidak ada, baru mencetak sendiri dengan Photoshop,” tuturnya.


Pria berumur 46 tahun ini pun berharap apa yang sudah dilakoninya ini terus berkembang. Diakuinya, barang bekas memang menyimpan permasalahan tersendiri jika tidak ada kreasi atau inovasi. Dikhawatirkan ini bisa menggunung dan menimbulkan dampak negatif. Lagi pula dengan adanya bentuk baru juga memiliki nilai jual. “Modalnya memang kreatif dan inovatif. Kalau untuk peralatan sering mendapat bantuan dari rekan-rekan sesama penggiat,” tandasnya. 

Editor : Anggi Septian Andika Putra