Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mutiara Reshinta Putri, Borong Tiga Medali Emas di Lomba IOAC

Didin Cahya Firmansyah • Jumat, 4 Januari 2019 | 09:02 WIB
mutiara-reshinta-putri-borong-tiga-medali-emas-di-lomba-ioac
mutiara-reshinta-putri-borong-tiga-medali-emas-di-lomba-ioac

Tidak ada yang tidak mungkin. Asal ulet berlatih, prestasi pun dapat diraih. Itulah yang dirasakan Mutiara Reshinta Putri, salah satu atlet renang terbaik asal Tulungagung. Sejumlah kompetisi tingkat nasional maupun internasional pun pernah diikuti.


Terik matahari tak melunturkan semangat sejumlah siswa yang tengah asyik bermain futsal di lapangan basket SMPN 3 Tulungagung. Tak lama berselang, datang seorang gadis berambut sebahu menghampiri Jawa Pos Radar Tulungagung. “Maaf nunggu lama, tadi masih ada pembagian buku di kelas,” sapa Mutiara Reshinta Putri kemarin (2/1).


Yaya, sapaan akrabnya, baru saja meraih tiga medali emas dalam perlombaan Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) atau kejuaraan akuatik Indonesia terbuka 2018 pada awal Desember lalu.


Saat diwawancarai, siswi kelas VIII ini pun membagikan pengalamannya selama bertanding. Menjalani perlombaan selama lima hari di Jakarta menjadi torehan prestasi penutup akhir tahun. Persiapan selama dua bulan pun dilakoninya. Latihan rutin hingga menjaga pola makan menjadi kegiatan yang harus dijalaninya. “Setiap Senin sampai Rabu pagi selalu latihan renang dulu jam 5 sampai 6. Sudah jadi agenda rutin,” jelasnya.


Dalam perlombaan IOAC, Yaya turun untuk kelompok tiga umur, yakni tahun 2005-2006. Dia pun bertanding untuk kategori 50 meter, 100 meter, dan 200 meter.


IOAC merupakan ajang mencari atlet-atlet berbakat yang dapat mewakili Indonesia untuk perlombaan internasional seperti Asian Games maupun Sea Games. Pada cabang olahraga (cabor) renang, kejuaraan digelar melalui format kelompok umur. Para perenang akan bertarung atas nama klub masing-masing untuk merebutkan predikat terbaik.


Sulung dari dua bersaudara ini mengawali karirnya sebagai atlet renang sejak usia TK. Kala itu demi perawatan medis, dia harus melakukan terapi renang sebanyak tiga kali. Namun justru membuatnya ketagihan hingga akhirnya memutuskan bergabung dengan klub renang Starlane. “Dulu hanya untuk terapi medis karena saya kena infeksi saluran perafasan atas (ISPA), akhirnya gabung klub sampai sekarang,” ujarnya


Gadis 13 tahun ini mengaku sempat merasakan sakit akibat cedera lutut yang dialaminya. Namun diabaikannya lantaran bersemangat mengejar batas waktu yang berhasil diraihnya.


Tak disangka, perjuangannya berbuah manis dengan berhasil membawa pulang tiga medali emas sekaligus untuk setiap kategori. Yakni 50 meter, 100 meter, dan 200 meter, serta berhasil menyisihkan puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.


Dia pun mengaku mengalami cedera sejak Mei lalu, tapi diabaikannya. Bahkan, pada Juli sempat mengikuti 42th SEA Age Group Swimming Championship 2018 yang berlangsung di Filipina. “Mei sempat cedera, tapi nggak parah. Jadi saya abaikan dan fokus lomba di Filipina. Ternyata terasa sakit lagi tapi tidak berlangsung lama. Sampai saya tanding lagi di Indonesia Open kemarin,” jelasnya.


Selain berhasil memborong tiga medali emas dalam IOAC, putri pasangan M Arif Andi dan Shanty Dewi ini juga berhasil membawa pulang dua medali dalam 42th SEA Age Group Swimming Championship 2018, Juli lalu. SEA Age Group Swimming Championship merupakan pertandingan renang yang diikuti 11 negara di Asia Tenggara. “Di Filipina kemarin bawa medali perak dan perunggu. Yang di Jakarta tiga medali emas,” tandasnya.


Mengawali 2019, gadis yang mengidolakan Tomi Suzuki, Ruta Meilutyte, dan Vanesa Evato ini memasang target untuk dapat mengikuti kompetisi pekan olahraga pelajar nasional (POPNAS) dan kejuaraan nasional (kejurnas).


Menurut dia, membuat target dapat menjadi pemacunya dalam berlatih. “Ini sedang persiapan untuk POPNAS dan kejurnas. Untung ada para pelatih saya, Pak Subroto dan Tante Ana yang senantiasa mendukung dan membantu persiapan bertanding,” pungkasnya. (rt/ed/din/JPR)


 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#atlet