Selain sibuk membagi ilmu tari di sejumlah sekolah, Okynawa Niki Adista kerap tampil di pentas seni. Dia terakhir kali menari di rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Kamis (7/2).
SITI NURUL LAILIL MA’RIFAH
Dia mengaku, melatih seseorang untuk bisa cepat lihai itu tak mudah. Harus sabar dan telaten. Terkadang, agar anak cepat menguasai, dia membuat gerakan tari yang mudah dikuasai. “Kemampuan tiap anak berbeda-beda. Gerakannya harus disesuaikan. Yang sudah punya dasar tari lebih cepat menguasai,” katanya.
Terkadang dia mengarahkn anak didiknya untuk ikut festival tari. Termasuk hasil tari SMK Brawijaya Tulungagung, meraih juara harapan III pada lomba tari kreasi tingkat Jawa Timur di Blitar. Selain itu, juga dapat predikat penyaji unggulan di tingkat nasional dalam agenda Festival Kreativitas Seni dan Budaya (FKSB) yang digelar Persatuan SMK Kesehatan Indonesia (PERSEMKI). “Tidak hanya untuk kegiatan sekolah saja,” harapnya
Meskipun sibuk mengajar jadi guru seni dan ekstrakurikuler, dia masih sempatkan bergabung dengan komunitas tari di luar. Kamis (7/2), dia berkesempatan menari dip anggung dengan kelompok dari sanggar Candra Mustika Desa Ringinpitu, dalam acara Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) bersama Kementerian Pariwisata di JW Marriott Hotel Surabaya.
“Iya, kemarin tampil. Kami diundang atas nama sanggar. Di sana kami menampilkan tari tradisional Tulungagung. Yakni tari jaranan dipadu dengan tari reog kendang,” tandasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah