Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Kader Jumantik Sosialisasi dan Perangi Jentik Nyamuk (1)

Didin Cahya Firmansyah • Sabtu, 16 Februari 2019 | 08:00 WIB
cerita-kader-jumantik-sosialisasi-dan-perangi-jentik-nyamuk-1
cerita-kader-jumantik-sosialisasi-dan-perangi-jentik-nyamuk-1

Banyaknya pasien demam berdarah (DB) di Kota Keripik Tempe, bahkan tiga di antaranya meninggal dunia awal tahun ini, menuntut juru pemantau jentik (jumantik) kerja keras. Mereka berperan cukup besar menanggulangi penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Mereka bukan pegawai, melainkan relawan yang menyatakan perang terhadap DBD.


 


 


AGUS MUHAIMIN


 


 


Kebersihan lingkungan sebenarnya menjadi tugas bersama. Namun, sering ditemui masyarakat yang cenderung apatis atau cuek dengan kebersihan lingkungan sekitar. Di antara mereka yang majemuk ini, ada juga mereka yang justru bersemangat mengampanyekan hidup bersih. Terutama untuk menanggulangi penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang menularkan penyakit DB. Mereka adalah para kader atau jumantik.


 


Tidak hanya menularkan semangat kebersihan, secara berkala mereka ini juga memantau spot-spot yang biasa menjadi tempat bersarang nyamuk tersebut. Salah satunya bak mandi. Praktis mereka harus blusukan ke kamar mandi milik tetangga mereka.


 


Ada banyak alasan yang biasanya ditemui kader jumantik ini saat meninjau lokasi, salah satunya karena kondisi kamar mandi yang kurang baik. Sehingga sebagian warga kadang menolak dipantau bak mandinya.  “Ora usah (tidak usah), nanti tak bersihkan sendiri, kamar mandine rusuh (kamar mandinya kotor),” ucap Sunarsih, seorang kader jumantik, menirukan alasan warga yang ogah dipantau kamar mandinya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek