Awal tahun belum bersahabat bagi nelayan di pesisir selatan Tulungagung. Mereka pun hanya suka-suka saat melaut dan tidak begitu mengharap mendapat tangkapan banyak. Alhasil, mereka harus melakukan berbagai aktivitas agar dapur tetap ngebul.
DHARAKA R. PERDANA
Cuaca kurang bersahabat beberapa hari belakangan bisa berimbas luas. Selain berpotensi menimbulkan bencana alam, juga berimbas hingga pesisir selatan Tulungagung. Alhasil, sampai kini para nelayan harus melakukan berbagai aktivitas yang menghasilkan agar dapur tetap bisa mengebul.
Seperti yang dilakukan nelayan di Teluk Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki. Jika biasanya mereka melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup, kini mereka jarang melaut. Alasannya, hasil laut belum bisa dipastikan. Jadi belum tentu, dalam sehari mereka mendapat hasil yang menggembirakan. “Sekarang lebih banyak yang memancing. Meskipun kondisi laut normal,” kata Sumaryanto, tokoh masyarakat Dusun Sidem.
Menurut dia, aktivitas memancing memang paling banyak dilakukan. Bahkan hasil yang didapat para nelayan terhitung lumayan karena bisa mendapat 15-20 kilogram (kg). Yang paling banyak berupa ikan layur yang memiliki harga yang lumayan menggiurkan. “Paling banyak memang ikan layur. Untuk yang kecil dihargai Rp 20 ribu per kilogram dan yang besar besar bisa Rp 45 ribu,” jelasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah