Menjadi seorang dirigen dalam memimpin satu regu paduan suara agar bisa seirama dan senada memang susah-susah gampang. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Luki Ayu Kusumaningsih. Berkat ketekunannya menjadi seorang dirigen, gadis berparas cantik ini berhasil keluar sebagai best dirigen di event Cendekia Choir Festival 2019 di Surabaya Minggu (17/2).
ZAKI JAZAI
Itu terjadi karena semula tidak ada niatan untuk ikut dalam kelompok paduan suara di sekolah, apalagi menjadi seorang dirigen. Mengingat sejak kelas 2 SMP dirinya telah menekuni kesenian tari tradisional, daripada kegiatan paduan suara, lebih baik dirinya ikut kegiatan menari. Namun hal itu berubah tatkala dirinya memasuki pertengahan kelas X lalu.
Dengan ajakan temannya dan arahan guru pembimbing, dirinya diarahkan masuk pada regu paduan suara sekolah. Dengan tipe suaranya, dirinya dimasukkan dalam paduan suara untuk pengambilan suara jenis Alto. Sebab dalam menyanyikan sebuah lagu, paduan suara tersebut harus menyanyikan dalam aransemen dengan berbagai bentuk suara seperti alto, soprano, mezzo-soprano, tenor, dan sebagainya. Dirinya dan anggota lainnya pun belajar bernyanyi berdasarkan jenis suara yang menjadi tugasnya.
Lambat laun ketika ada pengumuman tentang event tersebut, secara mengejutkan dirinya ditunjuk sebagai dirigen, menggantikan kakak kelasnya yang kini kelas XII. Mulai itu dirinya berlatih tentang bagaimana cara menjadi seorang dirigen dan harus memahami ketukan suara agar musik dari pengiring maupun nyanyian anggota paduan suara lain menjadi seirama. “Mungkin ada alasan sendiri mengapa saya ditunjuk sebagai dirigen dan saya tidak tahu pasti. Apa mungkin karena saya terbiasa menari sehingga tidak kaku dalam menggerakkan tangan untuk memimpin paduan suara?” tutur gadis asal Desa Pringapus, Kecamatan Dongko ini.
Editor : Didin Cahya Firmansyah