Dorongan orang tua dan semangat berlatih, membuat Kusuma Dewi Handayani, kini tekuni sinden. Dia meraih banyak prestasi dan sering dapat tawaran menyanyikan lagu tembangan Jawa.
SITI NURUL LAILIL MA’RIFAH
Garis keturunan pegiat seni di dalam diri Kusuma Dewi Handayani, menjadi keberkahan tersendiri. Ibunya seorang penari, almarhumah neneknya seorang pesinden, dan kakeknya seorang pengrawit.
Tak heran, kemampuan warga Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, ini di bidang seni tergolong sukses.
Hani-sapaan akrab-mengatakan, menekuni seni tari sejak masih usia lima tahun. Dia saat itu tertarik menggeluti seni tari karena melihat ibunya menari.
Dengan kondisi tersebut, dia mencoba ikuti jejak ibunya. Caranya, latihan bersama ibunya di rumah. Di samping itu, juga menambah skala latihan dengan ikut ektrakurikuler di sekolah.
“Awalnya menggeluti seni tari tradisional. Alhamdulillah pernah meraih banyak prestasi,” kata putri dari pasangan Yeni Widawati dan Harno ini
Ketika duduk di kelas 6 SD, orang tua Hani melihat ada minat dan bakat di olah vokal. Lantas ditawari untuk belajar di bidang tersebut.
Editor : Didin Cahya Firmansyah