Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Asroful, Perajin Batik Tulis Padukan Motif Klasik dan Modern (2 Habis)

Didin Cahya Firmansyah • Selasa, 12 Maret 2019 | 06:30 WIB
asroful-perajin-batik-tulis-padukan-motif-klasik-dan-modern-2-habis
asroful-perajin-batik-tulis-padukan-motif-klasik-dan-modern-2-habis

Sadar batik merupakan budaya lokal yang harus terus dilestarikan, menggugah Asroful Rahdantoro terus kembangkan seni batik tulis. Bahkan, dia mencoba memadukan motif batik klasik dengan sentuhan modern.


 


 


ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI


 


Demi kembali hidupkan kesenian membatik,  Asroful Rahdantoro rajin ikuti berbagai pameran. Baik lokal Tulungagung maupun tingkat provinsi. Menurut dia, dengan mengikuti pameran, selain dapat menambah relasi juga kesempatan mencari referensi dari kesenian batik daerah lain. Tak jarang kerap memadukan motif daerah lain dengan motif khas Tulungagung, seperti motif Gajah Mada.


 


Dia pun menjelaskan, batik khas Desa Mojosari adalah warna soga (cokelat). Warna ini didapat dari pohon soga.


 


Tak hanya kain batik, sudah dua bulan ini alumni SMAN 1 Karangrejo ini mencoba membuat udeng. Bukan sekadar udeng biasa. Dia memadukan dengan berbagai corak batik. Selain itu, udeng yang dibuat juga dapat diberi identitas pemesan. Ini untuk menunjukkan udeng yang dikenakan bersifat eksklusif karena terbatas. “Udeng yang saya buat tentu tetap saya beri sentuhan batik tulis. Kalau ada yang pesan diberi nama atau yang lain bisa. Jadi bersifat eksklusif dan personal,” terangnya.


 


Roful tak menampik bisnis batik tulis memiliki pasar khusus. Ini yang menjadi salah satu kesulitan menjalani bisnisnya. Pasalnya, harga yang ditawarkan juga khusus. Tak hanya itu, proses pembuatan yang memerlukan waktu lebih lama dibanding batik cap menjadi salah satu kendala. Namun, hal itu tak membuatnya patah semangat. “Keisitimewaan batik tulis memang di situ. Proses yang rumit dan panjang,” katanya. 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung