Tak mudah untuk membuat hang drum. Feridian Kusuma butuh waktu tiga tahun bereksperimen membuat alat musik dari Swiss tersebut. Karya warga Desa Sukowidodo, Kecamatan Karangrejo, itu kini sudah diminati warga negara asing.
SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH
Alat musik hang drum yang menyerupai Unidentified Flying Object (UFO) memang belum begitu populer. Namun memiliki banyak penggemar di luar negeri. Sebab memiliki bunyi unik dan merdu.
Meski hang drum pertama kali diciptakan di Swiss, nyatanya tak sedikit tangan kreatif bisa membuat alat tersebut. Contohnya, Feridian Kusuma.
Dia mengaku, menggeluti dunia musik sejak remaja. Lantas membuat Pey sapaan Feridian Kusuma, ini mencoba membuat alat musik sendiri.
Butuh tiga tahun untuk bisa membuat hang drum. Mulai eksperimen hingga dapat hasil suara musik sesuai standar. "Dulu sering nyervis gitar akustik sendiri. Tiba-tiba tertarik buat hang drum, sehingga coba buat," katanya.
Bantuk hang drum ini mirip cangkang dan terbuat dari lempengan baja. Dan memang jika melihat sekilas, tampak mudah untuk membuat. Tapi butuh kejelian. Karena pada bagian atas terdapat sembilan titik daun nada dan disesuaikan dengan tujuh tangga nada standar. Selain itu, pada bagian atas terdapat benjolan kecil digunakan untuk bass.
Editor : Didin Cahya Firmansyah