Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Simak Proses Pembuatan Perabot Dari Batu Alam

Didin Cahya Firmansyah • Rabu, 17 April 2019 | 19:00 WIB
simak-proses-pembuatan-perabot-dari-batu-alam
simak-proses-pembuatan-perabot-dari-batu-alam

BLITAR - Mengusung konsep natural untuk sebuah hunian, bukanlah tidak mungkin. Sebab, kini sudah banyak perabot ataupun desain yang bisa dipilih untuk mewujudkan konsep tersebut. Salah satunya menggunakan kursi taman yang terbuat dari batu alam.


 


 


Kini, cukup banyak produsen kerajinan batu alam berkreasi mewujudkan imajinasinya.


Termasuk furnitur terbuat dari batu. “Cukup banyak bahan berupa batu alam. Misalnya batu dari sungai dan gunung,” ungkap Raharjo, salah seorang pedagang batu alam di kawasan Kabupaten Blitar.


 


 


Pria berusia 45 tahun itu mengatakan, untuk dibuat furnitur misalnya meja dan kursi, biasanya menggunakan batu andesit. Sebab, jenis itu lebih kuat dan tidak mudah pecah ketika dipotong.


Untuk membuatnya, lanjut bapak dua anak itu, batu yang diperoleh tidak banyak diubah. Hanya dipotong bagian atas dan bawah sehingga permukaannya menjadi rata. Sedangkan bentuk bagian samping dibiarkan apa adanya. Ini untuk menambah kesan alami.


 


 


Bagian yang sudah dipotong, permukaannya menjadi rata. Bagian inilah yang dipakai untuk duduk dan alas. Karena permukaan rata, maka bisa berdiri dan posisinya bisa seimbang. Agar lebih nyaman, bagian atas yang digunakan untuk duduk, dipoles menggunakan wax. Hasilnya pun menjadi lebih kinclong alias mengilap.


 


 


Begitu juga untuk meja. Bedanya, batu yang dipakai berukuran lebih besar. Dengan begitu, permukaan meja bisa lebih lebar. Ini berbeda dengan kayu yang bisa disambung. “Kebanyakan batu ini dibuat secara utuh,” ujarnya.


 


 


Sama dengan kursi, permukaan meja juga dihaluskan dan dipoles menggunakan wax. Hasilnya pun lebih mengilap. Namun, ada pula pembeli yang ingin membiarkan batu apa adanya, tanpa dipoles. Hasilnya tentu tidak bisa mengilap, tapi lebih alami. Dalam satu set, biasanya terdiri atas empat sampai lima kursi dan satu meja.


 


 


Meja dan kursi dari batu alam ini biasanya ditempatkan di taman. Bisa taman berskala besar ataupun taman rumah yang relatif sempit. Namun, ada pula yang menempatkannya di teras rumah. Tentu itu disesuaikan dengan kondisi rumah yang juga menganut konsep natural.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#blitar