Anggota komunitas Natural Street Together (NST) BMX Tulungagung memilih olahraga ekstrem. Karena ingin uji adrenalin di jalanan.
AGUD DWIYONO
Anggota komunitas, Fajar Mawardi mengatakan,Saat berlatih trik dalam BMX, butuh ketelatenan dan kesabaran, serta sering mengulangi hingga beberapa kali. Bahkan, jatuh dan luka itu menjadi hal biasa. “Kalau jatuh dan terluka menurutku suatu hal biasa bagi pecinta olahraga ekstrem ini, tidak boleh kapok,” ungkapnya.
Pria yang akrab dipanggil Peje ini mengaku, banyak cerita unik dari berbagai aksinya di berbagai lokasi saat berlatih. Mulai banyak orang yang melihat saat latihan, hingga salah satu anggotanya pernah patah bahu. “Ada salah satu teman kami yang mengalami patah di bagian bahu setelah melakukan trik, akhirnya hingga kini masih berobat sudah sekitar setahun,” ujarnya.
Dia berharap di Tulungagung ini, car free day yang sudah dilakukan di sekitar Taman Aloon-Aloon itu lebih lama waktunya. Karena di kota-kota lain hingga pukul 10.00 lebih. Selain itu, juga berharap agar pemerintah lebih memperhatikan semua pemuda yang menekuni berbagai olahraga di Tulungagung, dan tidak tebang pilih. “Saya harap semua cabang olahraga baik yang ekstrem dan yang tidak semoga lebih di perhatikan, kami juga pernah mewakili Tulungagung se-karisedenan pernah juara dua dan tiga,” jelasnya.
Editor : Didin Cahya Firmansyah