Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Bayu Sutrimo, Peracik Wedang Secang Rempah Asal Bendosari

Didin Cahya Firmansyah • Sabtu, 14 Maret 2020 | 02:35 WIB
mengenal-bayu-sutrimo-peracik-wedang-secang-rempah-asal-bendosari
mengenal-bayu-sutrimo-peracik-wedang-secang-rempah-asal-bendosari

Selalu ada hikmah dari sebuah musibah. Begitu yang dirasakan Bayu Sutrimo, seorang penjual wedang secang rempah asal Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru. Merebaknya penyebaran virus Covid-19, membuat masyarakat berbondong-bondong mengonsumsi berbagai olahan rempah-rempah, termasuk wedang secang racikannya.


Brukkk…brukkkk….suara tumbukan terdengar nyaring dari dapur kediaman Budi Sutrimo di Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru. Aroma sedap khas rempah-rempah seperti jahe merah dan kayu secang semerbak. “Ini sedang membuat racikan wedang secang rempah plus jahe merah. Setelah jahe-jahe ini ditumbuk dengan ulekan, masukkan ke kuali ini untuk dicampur dengan rempah-rempah yang lain,” jelas Bayu, sapaan akrab Bayu Sutrimo.


Pria berkulit sawo matang ini merupakan peracik dan pembuat jamu rempah-rempah. Merebaknya virus Covid-19 mendatangkan rezeki tersendiri baginya. Buktinya, dalam satu bulan dia mampu memproduksi hampir 300 pak lebih wedang secang rempah. Tak hanya itu, wedang racikannya pun mulai dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan, pesanan dari berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Kediri, dan lokal Tulungagung mulai berdatangan. “Alhamdulilah ada peningkatan untuk saat ini. Terakhir kemarin dapat pesanan juga dari Batam,”t erangnya.


Karena terbuat dari rempah-rempah alami seperti jahe merah, kayu secang, kapulaga, cengkih, jinten hitam, dan aneka rempah-rempah nusantara lainnya, wedang racikan Bayu aman dikonsumsi berbagai kalangan. Terlebih dapat membantu memperlancar peredaran darah dan menjaga sistem imunitas tubuh. Terutama saat musim tidak menentu seperti sekarang. “Mencegah gejala flu juga bisa. Jadi jangan khawatir dengan warna merah yang dihasilkan, ini dari kayu secang. Jadi pewarna alami,” bebernya.


Meski sedang menuai rezeki, Bayu mengakuakhir-akhir ini dia mengalami kendalabahan baku. Salah satunya jahe merah. Meningkatnya kebutuhan di pasar dan minimnya stok, membuat harga jahe merah melambung tinggi. Bahkan dari sebelumnya yang hanya berkisar pada Rp25 ribu per kilogram (kg), kini Bayu harus merogok kocek hingga Rp85 ribu per kg. Untuk proses produksiwedang secang rempah ini, ada dua metode. Yakni bubuk ekstrak dan bentuk bahan kering. Untuk penyajian, Bayu mengatakan, akan lebih nikmat jika diseduh dengan air panas. Selain dapat menghangatkan tubuh, penyajian ini juga dapat melegakan dan membantu mencegah gejala-gejala flu. “Lebih nikmat diseduh dengan air panas, tetapi mau dengan air dingin juga bisa, sesuai selera,” tandasnya. 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung