Para pelaku ekonomi memang menjadi pihak yang terdampak pandemi Covid-19. Tak terkecuali para pedagang sepeda di pusat dagang sepeda (PDS) di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung. Bahkan, penurunan omzet yang mereka rasakan mencapai 75 persen.
DHARAKA R. PERDANA, Kota, Radar Tulungagung
Memasuki pertengahan Ramadan, terik matahari kemarau semakin menghajar bumi. Kondisi membuat banyak orang, termasuk yang menjalankan ibadah puasa memilih tetap berdiam diri di rumah. Ngiras pantes mengikuti ajuran pemerintah untuk tetap stay at home sambil menjalankan berbagai aktivitas.
Hal itu berbanding lurus dengan pemandangan di area PDS di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung. Tidak terlihat adanya transaksi jual beli sepeda yang signifikan. Beberapa pedagang pun terlihat memilih bercakap-cakap dengan rekan sesama pedagang. Selain itu, ada yang melakukan perbaikan.
Warin, salah satu pedagang contohnya. Dia memilih untuk bertahan menghadapi jualannya meskipun kondisi sedang tidak bersahabat bagi para pedagang. Apalagi merebaknya pandemi Covid-19 membuat calon pembeli semakin sedikit yang berkunjung. "Ini tadi saja baru satu yang terjual. Padahal biasanya bisa lebih dari itu," katanya.
Pria asal Desa/Kecamatan Ngunut ini melanjutkan, selama pandemi ini, memang ada penurunan omzet yang dirasakannya. Diperkirakan penurunannya mencapai 75 persen. Dia pun tidak memiliki pilihan lain selain untuk tetap bertahan di situ. Mengingat dia tidak memiliki pekerjaan lain. "Mungkin sebentar lagi pulang karena belum tentu sampai sore dihampiri calon konsumen juga," tambahnya.
Pria paro baya ini tidak menampik, di waktu yang sama pada tahun lalu, kondisinya memang cukup bersahabat bagi para pedagang. Apalagi saat April tiba, biasanya bersamaan dengan menjelang tahun ajaran baru. Tentunya bakal banyak orang tua yang mencarikan sepeda untuk anak mereka yang akan memasuki tahun ajaran baru. "Mau bagaimana lagi. Karena kondisinya seperti ini, tentu saya harus memakluminya. Yang penting tetap berusaha mencari rezeki yang halal," tuturnya.
Sementara itu, Gigih, salah satu pengunjung mengatakan, dirinya hanya sekadar melihat-lihat aktivitas pasar yang berada di belakang Terminal Gayatri tersebut. Biasanya kalau membutuhkan onderdil sepeda yang harganya cukup miring, tentu dia akan menuju area ini. "Sekarang terlihat sepi. Mungkin karena pandemi korona dan bertepatan dengan Ramadan. Sehingga tidak banyak yang datang ke sini," kata warga Kedungwaru ini.
Editor : Didin Cahya Firmansyah