Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sulap Mawar Jadi Teh, Juga Sabun yang Berkhasiat untuk Kecantikan

Choirurrozaq • Jumat, 12 Juni 2020 | 02:00 WIB
sulap-mawar-jadi-teh-juga-sabun-yang-berkhasiat-untuk-kecantikan
sulap-mawar-jadi-teh-juga-sabun-yang-berkhasiat-untuk-kecantikan

Mawar tidak hanya indah, tapi memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Maka tak heran sering dijadikan salah satu bahan untuk produk kesehatan herbal. Seperti yang dilakukan Silvia Mardiana. Di tangan kreatifnya, wanita asal Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, ini memanfaatkan mawar untuk dijadikan berbagai olahan produk herbal. Mulai air mawar, teh mawar, dan dibuat sabun mawar yang tentunya bernilai ekonomis tinggi.


 


SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Ngunut, Radar Tulungagung


 


Semerbak harum menyebar di ruang tamu rumah milik Silvia Mardiana. Bukan karena pengharum ruangan, melainkan bersumber dari bunga mawar yang dipajang di meja tamu.


 Selain itu, keberadaan mawar tersebut menambah cantik dekorasi ruang tamu. Suasana di ruang tamu pun lebih nyaman dan membuat siapa pun bakal betah di rumahnya.


Silvia, sapaan akrab Silvia Mardiana, mengaku tak perlu merogoh kocek dalam untuk menghadirkan semua mawar untuk mempercantik rumahnya. Sebab, Silvia yang hobi berkebun, ternyata memiliki kebun mawar sendiri. Apalagi, banyak jenis mawar yang dibudi daya. Di antaranya mawar holand, baby rose, mawar kubis, mawar hitam, mawar kuno merambat, dan masih banyak lainnya.


"Dari kecil suka bunga. Alhamdulillah sudah punya kebun mawar sendiri sekarang," katanya memulai obrolan.


Kebun mawar tersebut dibuat bukan tanpa alasan. Dia ingin memiliki bunga mawar sebagai bahan olahan mawar yang tentunya bernilai ekonomis. Seperti air mawar, sabun mawar, dan teh mawar.


"Jarang ya melihat peluang usaha seperti ini. Padahal, cukup menjanjikan," katanya.


 Olahan mawar ini, menurut Silvia banyak diminati. Bahkan, pemasaran hingga ke Bali. Silvia tidak menyangka antusiasme begitu  tinggi. Padahal, awalnya olahan mawar itu untuk penggunaan pribadi. Silvia mengaku suka dengan produk olahan verbal. Lantas iseng memanfaatkan bunga mawar yang dibudi daya untuk dijadikan berbagai olahan mawar hand made.


"Menurutku kalau olahan mawar handmade seperti ini lebih terjamin khasiatnya. Seperti teh mawar itu mampu melancarkan pencernaan, meningkatkan imunitas, bahkan mengurangi nyeri haid, dan masih banyak lainnya," tuturnya.


Silvia menjamin kualitas olahan mawarnya. Karena sudah beberapa kali penyempurnaan ekperimen olahan dari mawar hingga menemukan formula yang pas.


"Semua pakai mawar segar. Petik, langsung diolah. Kalau layu, seperti teh aja rasanya hambar, beda dengan yang segar masih ada rasa sepat," kata wanita yang memiliki kesibukan padat sebagai guru prakarya di SMA Negeri Gondang, serta sebagai pengelola PKBM Harapan Bangsa, Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol ini.


Dari berbagai olahan mawar yang diproduksinya, pembuatan sabun mawar yang dirasa Silvia paling membutuhkan waktu produksi panjang. Dia harus menunggu kurang lebih tiga bulan setelah pembuatan. Fase itu disebut fase curing karena pembuatan sabun handmade dibuat dengan bahan soda api yang bersifat alkali. Soda api nantinya akan berproses mengikat bahan minyak seperti minyak kelapa, zaitun, dan lainnya.


"Kalau ada minyak zaitun, tentu khasiatnya lebih banyak. Salah satunya melembapkan kulit," tuturnya.


Kini, Silvia mengaku sedang membuat konsep pemberdayaan masyarakat sekitar melalui usahanya. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Dia pun mengaku sudah sering melakukan pelatihan pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan rajut yang dimilikinya.


"Kalau berbagi ilmu itu sering. Selain diterapkan di pembelajaran sekolah, juga share di YouTube. Tapi saya ingin memberdayakan masyarakat, khususnya janda agar punya pegangan ekonomi," tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq