Bertugas di kampung halaman sendiri tidak pernah terbayang sama sekali oleh Letkol Inf. Mulyo Junaidi yang kini menjabat sebagai Dandim 0807 Tulungagung. Banyak kenangan masa kecilnya saat melangkah kembali untuk bertugas di kota kelahirannya. Oleh karena itu, Junaidi akan berusaha semaksimal mungkin melaksanakan tugas untuk bisa bermanfaat bagi kampung halaman sendiri.
Kebahagiaan tampak jelas dari raut wajah Letkol Inf .Mulyo Junaidi. Pasalnya, jika sebelumnya dia bertugas jauh dari kampung halaman, kini dia menjadi putra daerah yang memimpin Kodim 0807 Tulungagung. Kebahagiaan itu tidak hanya terlihat dari wajah dandim, tapi juga terlihat pada setiap wajah anggota Kodim 0807 Tulungagung.
Dandim 0807 Tulungagung Letkol Inf. Mulyo Junaidi mengatakan, hingga kini masih tidak percaya bahwa dia menjadi orang nomor satu di Kodim 0807 Tulungagung. Bahkan, menjadi dandim di kampung halamannya sendiri tidak pernah terlintas dalam benaknya selama ini. Dulu sebelumnya dia bertugas di Kodam 1 Bukit Barisan, Batalyon 126 Kala Cakti. Namun, sekarang dia ditugaskan di Kodim 0807 Tulungagung dengan jabatan barunya, yakni sebagai dandim. “Memang tidak terbayang bisa bertugas di kampung sendiri. Saya bangga sekarang bisa bertugas di kampung sendiri,” tuturnya.
Pria ramah itu pun menceritakan masa kecilnya. Ketika masih SMP, karena penasaran, dia sering mengintip rumah dinas dandim yang tak jauh dari sekolahnya. Selain itu, aloon-aloon dan Pendapa Tulungagung sudah menjadi tempat bermain sehari-harinya bersama teman-temannya. Banyak kenangan semasa kecilnya di Kota Marmer yang tidak bisa dilupakan dalam benaknya. “Dulu saya sering mengintip rumah dandim, tapi sekarang masuk juga ke situ,” ucap alumnus SMPN 1 Tulungagung itu.
Perjalanannya untuk bergabung menjadi anggota TNI bukan tanpa rintangan. Dulu ketika lulus SMA dia mendaftar untuk kali pertamanya di Akademi Militer (Akmil). Dan ketika itu bukan menjadi takdirnya untuk diterima dalam Akmil. Karena tidak diterima, dia sempat menjadi pengangguran kurang lebih selama satu tahun. Berbekal tekad kuat, di tahun kedua dia mencoba kembali untuk mendaftar di Akmil dan akhirnya diterima. “Dulu selama satu tahun saya pernah menganggur. Setelah itu saya mencoba kembali untuk mendaftar di Akmil dan alhamdulillah saya diterima,” ujarnya sembari tersenyum.
Ayah dua putra itu pun bertekad bisa membangun dan bisa bermanfaat bagi kampung halaman sendiri. Pihaknya akan meneruskan perjuangan dandim sebelumnya yang telah menjaga Tulungagung. Sudah menjadi tugasnya kini menjadi dandim, dia berkomitmen bertugas dengan sebaik-baiknya di kampung halaman. “Karena sekarang saya bertugas di kampung halaman sendiri, saya akan melakukan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana