Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Danang Prasetyo Pembuat Layangan Gambar Tokoh Kartun di Tulungagung

Anggi Septian Andika Putra • Senin, 28 September 2020 | 19:19 WIB
danang-prasetyo-pembuat-layangan-gambar-tokoh-kartun-di-tulungagung
danang-prasetyo-pembuat-layangan-gambar-tokoh-kartun-di-tulungagung

Tergolong permainan tradisional, membuat Danang Prasetyo Laksono ingin terus melestarikan kerajinan layang-layang. Bahkan ia berinovasi dengan membuat layangan dengan berbagai karakter tokoh kartun hingga membuat layangan berukuran raksasa. 


Beberapa bilah bambu tampak berserakan di teras rumah Danang Prasetyo Laksono di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang. Tak jauh dari sana sebuah layangan jenis gapangan berukuran raksasa tergantung di dekat tiang rumah miliknya. “Mangga, ini sedang ada beberapa pesanan untuk layangan jenis gapangan,” sambutnya ketika melihat koran ini bertandang ke kediamannya.


Danang mengatakan, puncak musim kemarau seperti saat ini menjadi momen-momen dimana pesanan layang-layang kembali meningkat. Kecintaannya pada permainan tradisional menjadi salah satu motivasi untuk tetap membuat kerajinan layang-layang. Agar tidak terkesan permainan kuno, tak jarang ia pun mengaplikasikan berbagai karakter tokoh kartun ke dalam layangan hias. “Layangan karakter seperti Mickey Mouse atau Hello Kitty ini salah satu untuk menarik minat anak-anak agar tetap mencintai permainan tradisional,” terangnya.


Pria 30 tahun ini menjelaskan, layang-layang merupakan salah satu permainan tradisional yang terus eksis hingga saat ini. Bahkan bentuknya kian beragam. Mulai dari karakter tokoh kartun, hingga naga panjang berbentuk 3 dimensi. Meskipun memiliki banyak bentuk, namun pada dasarnya layang-layang hanya memiliki 2 jenis. Yakni layang-layang aduan atau biasa disebut sambitan, dan layang-layang hias atau biasa disebut gapangan. “Kalau layangan aduan bentuknya sederhana menyerupai belah ketupat, sementara layangan hias bentuknya lebih bervariasi,” jelasnya.


Untuk kondisi saat ini, ia lebih banyak fokus ke pembuatan layangan gapangan. Sebab permintaan pasar jauh lebih tinggi daripada layangan aduan. Tak jarang beberapa anak bermain-main ke kediamannya untuk belajar membuat layang-layang. “Kadang kalau mereka tidak pesan, ya minta untuk diajari membuat layangan. Ya saya ajari, daripada mereka hanya berfokus ke gawai, lebih baik main permainan tradisional seperti ini,” urainya.


Untuk pemasaran pun, tak hanya lokal Tulungagung, namun luar daerah seperti Blitar dan Trenggalek juga berburu layang-layang hasil buatannya. Untuk pemasaran sendiri, ia hanya mengandalkan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Sementara untuk proses pembuatan, tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan model layang-layang.


Untuk satu layang-layang gapangan dengan ukuran standar, ia mampu memproduksi sekitar tiga buah dalam sehari. Namun untuk ukuran besar dan jenis layangan karakter memerlukan waktu hampir satu minggu. “Kuncinya adalah ketelatenan saja, sisanya tergantung kreativitas masing-masing pembuat. Mau karakter apa hanya selera,” tandasnya.

Editor : Anggi Septian Andika Putra