Manfaat workshop di Aula MAN 2 Blitar ini tak hanya untuk internal madrasah yang berada di Jalan PB Sudirman 1, Kelurahan Beru, Wlingi. Namun, manfaat workshop berbasis Zoom dan live streaming YouTube ini juga bisa dirasakan madrasah-madrasah di sekitar Wlingi. Workshop ini digelar mulai kemarin hingga hari ini (7/10). Ada dua pemateri dari Pusat Kurikulum Perbukuan (Puskurbuk) Kemekdiknas RI yang dihadirkan, yakni Dr Safari MA dan Dr M. Hamka.
Kegiatan bermanfaat kemarin dibuka oleh pelaksana tugas (Plt) Kepala Kemenag Kabupaten Blitar H Muhammad Baidowi MAg. Selama dua hari, para peserta mendapatkan materi seputar penyusunan soal HOTS dan Assessment Kompetensi Minimum (AKM). Dan workshop Rabu (7/10) atau hari ini dilanjutkan dengan materi penyusunan RPP HOTS dan pengembangan kurikulum abad 21. Suasana gayeng mewarnai jalannya workshop. Para guru sangat antusias menyerap materi dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidik tersebut.
Pelaksanaan workshop diikuti seluruh guru sebanyak 69 tenaga pendidik ditambah tenaga non-pendidik. Selain itu, juga diikuti para guru madrasah tsanawiyah negeri (MTsN) di sekitar Wlingi, seperti MTsN 2 Blitar (Talun), MTsN 4 Blitar (Gandusari), MTsN 5 Blitar (Selorejo) dan MTsN 8 Blitar (Selopuro). Pelaksanaan workshop internal MAN 2 Blitar dan MTsN sekitar menggunakan aplikasi Zoom. "Sedangkan, jangkauan yang lebih luas bisa diikuti madrasah lain melalui akun YouTube MAN 2 Blitar," jelas Kepala MAN 2 Blitar Drs Ahmad Zubaidi MSi.
Harapannya, melalui workshop ini bisa meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan soal dan RPP berbasis HOTS, serta pengembangan kurikulum abad 21. Sehingga guru dapat menyusun instrumen penilaian dengan lebih baik. "Workshop kali ini untuk melengkapi sosialisasi AKM yang digelar sebelumnya. Selain itu, materinya lebih ditekankan pada cara penyusunan soal dan RPP berbasis HOTS, serta cara assessment kompetensi para siswa," jelas pria ramah ini.
Sebelumnya, pada Sabtu (5/9) lalu, pembekalan awal sudah diikuti para guru dalam Sosialisasi Virtual AKM. Di tengah perkembangan zaman, MAN 2 Blitar melihat pentingnya peningkatan kompetensi guru. Pasalnya, kemampuan guru yang mumpuni dalam membuat soal dan RPP berbasis HOTS mampu mengajak peserta didik mengembangkan pemikiran tingkat tinggi dalam ranah analyzing (C4), evaluating (C5) dan creating (C6). "Harapan kami ada peningkatan kualitas pembelajaran guru MAN 2 Blitar," jelas pria yang akrab disapa Zubaidi.
Tak hanya itu, di MAN 2 Blitar juga digelar Workshop Pembelajaran Quran Hadis. Kegiatan ini digelar secara nasional dan di wilayah Kabupaten Blitar, ada empat titik. Selain di MAN 2 Blitar, juga di MAN 1 Blitar dan MAN 3 Blitar, serta MA Maarif Udanawu. Workshop yang digelar sejak Senin (5/10) hingga Selasa (6/10) kemarin diikuti guru-guru mata pelajaran Quran Hadis dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Wilayah Blitar Timur.
Seperti diketahui, madrasah yang memiliki website www.man2blitar.sch.id tak hanya fokus dalam pembelajaran umum dan keagamaan. Selain peminatan MIPA, IPS dan Keagamaan, ada tambahan keterampilan tata boga, tata busana, kriya batik, teknik komputer jaringan (TKJ) dan multimedia. Total saat ini ada 1.157 anak didik yang menimba ilmu di MAN 2 Blitar. (*)
Editor : Anggi Septian Andika Putra