Siapa sangka seorang pemuka agama Kristen bisa menyandang gelar magister agama dari salah satu kampus Islam di Tulungagung. Fenomena tersebut mungkin akan sangat aneh bagi masyarakat yang masih awam. Tapi bagi Ruslan Suprapto, hal itu bukanlah menjadi masalah. Malah, dengan seperti itu dia bisa mendapatkan khasanah keilmuan Islam secara mendalam yang langsung ditimba dari ahlinya.
MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN, Kedungwaru, Radar Tulungagung.
Siang itu terlihat rumah yang tak jauh dari jalan, atau tepatnya di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. Disitulah pria yang juga membina umat Kristen di Gereja Kristen Abdiel Anugrah Tulungagung, Ruslan Suprapto tinggal. Meski umurnya sudah tidak terbilang muda lagi, tapi semangat menuntut ilmu tidak bisa dikesampingkan.
Ruslan, –sapaan akrabnya menceritakan, alasannya menuntut ilmu di IAIN Tulungagung dalam jurusan akidah dan filsafat Islam itu untuk bisa memperkaya khasanah keilmuan, khususnya Islam langsung dari para ahlinya. Dia sangat semangat dan tekun sekali dalam menuntut ilmu di kampus Islam itu. Hal itu dibuktikan dengan diraihnya gelas magister agama. “Sejak saya lahir, saya sudah bersinggungan langsung dengan umat muslim. Maka dari itu saya memiliki keinginan untuk saling memahami kepada sesama umat, dan saya memutuskan untuk belajar tentang Islam ke sumber yang benar,” tuturnya.
Pria yang sejak 1982 sudah menjadi pemuka agama Kristen itu mengungkapkan, bahkan ketika diperkuliahan teman-temanya juga mengetahui bahwa dia beragama Kristen. Dan hal itu tidak membuat dia mendapatkan diskriminasi dari teman-temanya yang mayoritas muslim. “Saya tidak mendapatkan diskriminasi ketika kuliah. Bahkan dosen dan teman-teman sangat menjunjung tinggi perbedaan,” ungkapnya.
Pria 64 tahun itu mengaku, juga sempat di awal-awal mengalami kesulitan dalam mempelajari agama Islam. Kendati demikian tidak membuatnya patah semangat untuk memahami agama Islam. Karena banyak orang yang telah membantunya dalam memahami agama Islam seperti tokoh-tokoh Islam, teman muslim, dan masih banyak lainnya. “Insya Allah kalau Tuhan memperbolehkan saya juga ingin melanjutkan ke program doktoral,” ujarnya.
Sebelum Ruslan memutuskan untuk kuliah program megister di IAIN Tulungagung, dia juga pernah menempuh pendidikan di Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang dengan menyandang gelar sarjana theologi (S.Th). Selain itu dulu dia juga pernah menempuh pendidikan sarjana di Universitas Kristen Indonesia (UKI) jurusan ilmu pendidikan Kristen. “Dulu sebelum S2 saya juga sudah menempuh pendidikan agama Kristen di berbagai lembaha pendidikan,” jelas pria yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tulungagung itu.
Disinggung harapan yang ingin dicapainya di kehidupan bermasyarakat, ayah tiga putra ini ingin terus menggaungkan semangat toleransi. Karena ini mencerminkan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai Bhineka Tunggal Ika. “Saya ingin beragama secara rahmatan lil alamin atau berguna alam dan isinya,” tandasnya.(*)
Editor : Choirurrozaq