Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pernah Borong Enam Medali Emas,  Terpenting Kesehatan Mata

Choirurrozaq • Sabtu, 21 November 2020 | 22:00 WIB
pernah-borong-enam-medali-emas-terpenting-kesehatan-mata
pernah-borong-enam-medali-emas-terpenting-kesehatan-mata

Akrab dengan olahraga panahan, membuat Nadia Rizky Ardiani pantang menyerah menekuni olahraga itu. Fokus serta konsentrasi tingkat tinggi menjadi jurus utama untuk meraup medali emas. Menjaga kesehatan mata merupakan kewajiban yang perlu dilakukannya.


FIMA PURWANTI, Sananwetan, Radar Blitar


Bagi gadis bernama lengkap Nadia Rizky Ardiani, panahan adalah olahraga pertama yang menarik perhatiannya. Sebab, sang ayah telah mengenalkan olahraga pahanan sejak usia dini atau saat berada di taman kanak-kanak (TK). Meski sempat menjajal beberapa jenis olahraga, pahanan tetap menjadi pilihannya untuk ditekuni hingga menjadi seorang atlet kebanggaan Kota Blitar.


Nadia-sapaan akrabnya-mengaku, mulai serius untuk berlatih memanah saat duduk di bangku sekolah dasar (SD). Berkat sang ayah memberi dukungan penuh bakatnya, dirinya berhasil masuk pada salah satu klub panahan di Kota Blitar. "Tahu panahan itu TK, dikenalin sama ayah. Benar-benar latihan serius mulai SD kelas IV. Waktu itu sama ayah dimasukin klub panahan, dari situ terus rajin latihan dan tahu teknik- teknik. Ikut lomba pertama kali sempat dapat emas," ujarnya kemarin (20/11).


Nadia menjadi salah satu atlet panahan andalan Kota Blitar. Warga Jalan Legundi Kecamatan Sananwetan, itu kerap menyabet medali emas di berbagai event olahraga, di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional.


Dia pernah memborong enam medali emas, dua perak dan satu perunggu dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim pada Juli 2019. Di tahun yang sama, pada PraPON di Jakarta gadis kelas XII itu mendapat tiket untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan diselenggarakan di Papua pada tahun 2021 mendatang.


"Terbaru itu kemarin sempat bawa pulang satu medali emas dan dua medali perak. Itu pas event kejuaraan nasional (kejurnas) Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Desember 2019. Tapi untuk tahun ini belum ada, karena pandemi jadi banyak ditunda," ujar anak bungsu itu.


Meski telah menjadi atlet kebanggaan, tak membuatnya puas dan berbangga diri. Dia kerap rajin berlatih memanah setiap hari.


Gadis berusia 17 tahun itu mengaku, sangat menjaga kesehatan mata. Sebab, penglihatan pada mata merupakan aset utama bagi atlet panahan selain perlengkapan memanah.  "Terpenting itu mata, karena kalau penglihatan baik maka akan bisa mencapai sasaran tepat. Meskipun ada yang pakai kacamata, tetapi jaga fokus mata itu penting. Jadi saya sering minum jus wortel, terus sebisa mungkin mengurangi jam untuk main HP. Apalagi kalau pas malam," terangnya.


Nadia kini tengah mengikuti pelatihan persiapan PON Papua 2021 di Surabaya itu mengungkapkan, kesehatan menjadi hal utama yang perlu dijaga para atlet. Terlebih kini marak penyebaran virus pandemi. Sehingga, butuh kesehatan ekstra untuk dapat latihan secara maksimal.  "Kita pun perlu istirahat cukup. Apalagi sekarang lagi pandemi, jadi harus pintar jaga kesehatan diri. Supaya bisa rajin latihan dan nanti bisa maksimal waktu ikut perlombaan kalau badan kita fit," tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq