Bearded dragon sangat memikat. Sekali melihatnya langsung jatuh hati. Tak heran, jadi bagian hobi. Salah satu yang melakoninya adalah Andry Yuhan Ardiansyah.
SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Boyolangu, Radar Tulungagung
Sejumlah kotak kaca bertumpuk di ruang tengah rumah milik Andry Yuhan Ardiansyah di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu. Kotak-kotak tersebut berisi ranting pohon dan bebatuan untuk reptil kesayangannya. Sehingga, reptil jenis bearded dragon itu dapat beradaptasi dengan mudah di lingkungan buatannya. "Masih sedikit koleksinya. Hanya ada empat varian morf saja," katanya.
Andry mengaku tertarik memelihara bearded dragon atau disebut juga naga berjenggot itu sejak 2009 lalu. Selain bentuk dan morf yang unik, Andry terpikat karena jinak dan perawatannya yang mudah. Yakni hanya dengan telaten menjemur hewan jenis omnivora tersebut di suhu 30 derajat. Karena, habitat asli kadal tersebut berada di padang pasir, dan mereka menyukai lingkungan yang panas dan kering dengan batu-batu hangat. "Kalau menjemur biasanya pukul 09.00-10.00. Biasanya kalau kepanasan, mulutnya terbuka," terangnya.
Meski sudah lama memelihara bearded dragon, namun ia baru memutuskan beternak pada April lalu. Selain karena koleksinya sudah siap kawin, permintaan bearded dragon untuk diadopsi sebagai bagian hobi di tengah pandemi Covid-19 juga banyak. Lantas, ia belajar bagaimana cara beternak dari beberapa platform serta komunitas. Karena, ada perlakuan khusus untuk menetaskan telur-telur bearded dragon tersebut. "Banyak permintaan. Apalagi pandemi Covid-19 ini, banyak orang mengisi waktu luang melalui hobi. Termasuk memelihara bearded dragon ini," jelas pemilik Hankey_reptiles ini.
Rata-rata permintaan adopsi bearded dragon banyak dari kota-kota besar. Seperti Surabaya dan sekitar Jabodetabek. Khususnya yang memiliki warna cerah seperti kuning (Citrus) dan merah hati. Sedangkan, varietas morf ada hypo, trans, dan lainnya. "Dua bulan ini, permintaan adopsi banyak. Seminggu bisa 3-4 permintaan," terang bapak dua anak ini.
Untuk biaya adopsi, tergantung morf, jenis kelamin dan usia kadal. Namun Andry mengaku di pasaran dihargai mulai Rp 650 ribu ke atas untuk satu ekornya. Bahkan betina harga bisa naik tiga kali lipat. "Mereka itu siap adopsi jika sudah berusia 1 bulan ke atas. Selain sudah kelihatan warna dan morf nya, di usia itu mereka akan dengan mudah beradaptasi di lingkungan barunya," tuturnya.
Disinggung perawatan bearded dragon, suami dari Eky Dzazillah itu mengatakan selain menjemurnya, juga harus memperhatikan makan. Biasanya, ia memberikan makan dua kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Untuk makanan, ia beri kecoak dubia, ulat, serta sayuran. Untuk mendukung habitatnya, dalam kandang ia beri lampu sebagai penghangat serta batu dan ranting karena hewan tersebut suka memanjat. "Bearded dragon sangat populer sebagai hewan peliharaan sehingga mereka menjadi hewan peliharaan ketiga yang paling banyak dipelihara setelah anjing dan kucing di beberapa negara Eropa," tandasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq