Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Eceng Gondok Belum Terlalu Dilirik

Choirurrozaq • Senin, 21 Desember 2020 | 18:35 WIB
eceng-gondok-belum-terlalu-dilirik
eceng-gondok-belum-terlalu-dilirik

KOTA, Radar Trenggalek - Eceng gondok yang sering ditemui di sungai, ternyata menyimpan potensi yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Membutuhkan beberapa proses pengolahan, tumbuhan gulma yang dapat menghambat aliran sungai itu bisa diolah untuk menjadi tas. 


Pelaku usaha mikro, Nining Diana mengatakan, masa pandemi Covid-19 menuntut masyarakat untuk berkreativitas meskipun hanya dari rumah. Kreativitas yang dapat ditekuni salah satunya dengan membuat kerajinan tas dari bahan eceng gondok. “Menjanjikan karena bahan yang mestinya dibuang ini bisa dimanfatkan,” ungkapnya.


Cara membuat tas dari eceng gondok, kata Nining, lebih mudah dibandingkan dengan bahan-bahan semisal pandan, rotan, dan sebagainya. Prosesnya, pertama eceng gondok perlu dikeringkan selama dua minggu. Namun patokan itu hanya berguna cuaca panas. Apabila curah hujan tinggi, maka butuh lebih lama untuk proses pengeringan. “Setelah kering itu hanya dengan gunting dipotong-potong, diserut, kemudian sudah bisa baru dianyam,” kata dia.


Nining melanjutkan, tidak ada yang menyulitkan mengolah eceng gondok menjadi tas. Proses penganyaman yang sering kali dinilai sulit itu dapat dikuasai dengan ketelatenan. “Kesulitan itu sering terletak pada proses penganyaman. Tapi, ini adalah ilmu katon. Semua orang pasti bisa asalkan telaten,” tambah dia.


 Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Agoes Setiono mengatakan, nilai ekonomis dari kerajinan tas yang terbuat dari bahan eceng gondok ini tidak membutuhkan banyak biaya karena eceng gondok biasa ditemui di rawa-rawa atau sungai. Di sisi lain, kata dia, belum ada pelaku usaha yang mengembangkan tas dari eceng gondok di Kabupaten Trenggalek. Sehingga peluang usaha masih terbuka lebar. “Selama ini perajin tas biasanya menggunakan bahan daun pandan dan tali rafia. Belum ada yang menggunakan bahan eceng gondok. Jadi kerajinan ini bisa menambah keanekaragaman UM atau UKM di Trenggalek,” ungkapnya. (*)

Editor : Choirurrozaq