Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Supriati Jadikan Bunga di Pekarangan Inspirasi Masker Sulam Pita

Choirurrozaq • Kamis, 21 Januari 2021 | 20:32 WIB
supriati-jadikan-bunga-di-pekarangan-inspirasi-masker-sulam-pita
supriati-jadikan-bunga-di-pekarangan-inspirasi-masker-sulam-pita

Tak hanya untuk melindungi diri dari virus, masker sudah seperti fashion item bagi kaum hawa. Dengan keterampilan sulam pita yang dimilikinya, Supriati pun berhasil berkreasi dengan masker kain agar lebih cantik dan fashionable.


 


ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI, Boyolangu, Radar Tulungagung


 


Gulungan pita warna-warni berbagai ukuran terjajar rapi dalam sebuah keranjang plastik di ruang tamu kediaman Supriati yang berada di Dusun Sanggrahan Kidul, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu. Selain keranjang plastik tersebut, juga terdapat sebuah keranjang terbuat dari anyaman rotan yang digunakan sebagai nampan untuk mendisplai aneka masker berhias bunga-bunga cantik.


Sepintas masker-masker ini tampak seperti dibordir. Namun ketika diamati lebih detail, rupanya terbuat dari sulaman pita dan benang buah karya Supriati. Di tangan dinginnya, masker kain aneka model dan warna ini tampak lebih cantik dan fashionable. “Ini contoh masker-masker saya yang sudah siap jual. Kalau ini baru saja selesai saya sulam mau saya jahit dulu,” jelasnya seraya menunjukkan aneka masker buatannya.


Kepada koran ini, wanita 54 tahun ini menceritakan awal mula memberanikan diri berbisnis masker sulam pita. Saat itu ketika wabah Covid-19 mulai merebak, sebagian besar kebutuhan seperti masker dan hand sanitizer menjadi barang langka. Dari situ, dia berinisiatif untuk mencoba memproduksi masker kain sendiri. “Kebetulan saya juga punya pengalaman di bidang konveksi, ya saya manfaatkan saja sisa kain yang ada di rumah,” terangnya.


Tak ingin maskernya tampak biasa saja, dia pun terpikir untuk menambahkan aksen bunga pada masker buatannya. Karena terampil menyulam pita, lantas dia pun mencoba memadukan sulam pita pada masker buatannya. Tak disangka produknya mendapat respons positif dari teman-temannya. Selain untuk mempermanis, Supriati menyadari betapa pentingnya masker untuk beberapa waktu ke depan. Termasuk menjadikan masker sebagai sebuah fashion item wajib. “Menurut saya, saat ini dan untuk ke depan nanti masker itu nggak hanya untuk melindungi diri. Tapi juga untuk pelengkap fashion. Modelnya pun sekarang macam-macam,” urainya.


Ibu satu anak ini menguraikan, melalui masker sulam buatannya, dia ingin membuat para wanita yang mengenakan maskernya tetap dapat tampil cantik meskipun tertutup masker. Untuk itu, dia selalu menampilkan desain-desain yang berbeda pada setiap produknya. Namun untuk ciri khas karyanya, ia pun selalu membuat desain bertema bunga dan daun. Selain lebih cantik, desain bunga dirasa paling tepat untuk mempermanis penampilan. “Nggak tahu ya, menurut saya kalau ada aksen bunga itu langsung terlihat cantik. Saya ingin mereka yang pakai masker saya bisa selalu tampil cantik kapan pun mereka mau,” imbuhnya.


Disinggung mengenai inspirasi, dia mengaku banyak terinspirasi dari bunga-bunga yang ada di pekarangan rumahnya. Mulai dari mawar hingga bunga kertas. Sementara untuk kesulitan, dia mengaku tidak memiliki kendala cukup berarti. Sebab, sebelumnya telah menggeluti bisnis kerajinan sulam pita sejak 2015 silam. Beberapa produk sulam pita buatannya antara lain tas goni dan sulam pita, mukena sulam pita, serta berbagai home décor berbahan sulam pita.


Meski demikian, untuk menggeluti sulam pita diperlukan ketelitian dan ketelatenan dalam proses pembuatan. Terlebih ketika harus mengganti-ganti jenis dan ukuran benang yang akan digunakan. “Untuk benang kecil-kecil itu paling rumit, kalau tidak telaten dan sabar pasti tidak akan berhasil,” ungkapnya.


Meski baru berjalan 10 bulan, usaha masker sulam pita miliknya telah melamhlang buana hingga luar kota. Seperti Surabaya dan Malang. Untuk pemasaran pun, dia memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas. (*)

Editor : Choirurrozaq