Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengembangkan Kerajinan Bonsai Tunas Kelapa

Choirurrozaq • Kamis, 21 Januari 2021 | 20:33 WIB
mengembangkan-kerajinan-bonsai-tunas-kelapa
mengembangkan-kerajinan-bonsai-tunas-kelapa

Mengembangkan tanaman hias, jika ditekuni betul bisa membuahkan hasil. Inilah yang terus dilakukan oleh Sukrisyono dan Aiptu Hermanto. Meski sibuk dengan pekerjaan masing-masing, karena kecintaamya terhadap tanaman bonsai, keduanya berinisiatif mengembangkan kerajinan bonsai tunas kelapa. Tak ayal, berkat hasil kreativitasnya, bonsai kelapa bernilai jual tinggi.


 


ZAKI JAZAI, Suruh, Radar Trenggalek


 


Suasana perdesaan dengan udara yang bersih, air sungai yang jernih, dikelilingi teduhnya pepohonan terasa Jawa Pos Radar Trenggalek ini berkunjung di Desa/Kecamatan Suruh, kemarin (20/1). Saking sejuknya, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 lebih. Bersamaan itu terlihat dua pria, satu pria berseragam polisi.


Mereka berdua asyik membagi tugas dalam merawat belasan tanaman yang secara pintas merupakan tunas kelapa. Ada yang menyiapkan media tanam berupa campuran pasir, kompos, dan serabut kelapa. Juga ada yang mengukir salah satu tanaman. Ternyata mereka sedang mengembangkan bonsai tunas kelapa sebagai tanaman hias. "Daripada bengong, di sela waktu luang usai melaksanakan tugas pekerjaan, kami lakukan kegiatan ini. Sebab ketika melakukannya, kami sangat senang. Itung-itung bisa menambah imun tubuh," ungkap Sukrisyono kepada Koran ini.


Itu mereka lakukan, karena diluar dugaan, kegiatan yang semula hanya sekadarnya dan hanya iseng-iseng, ternyata bisa menumbuhkan hasil. Ketika diunggah di media sosial (medsos), banyak teman, rekan kerja, juga kerabat menanggapinya dengan positif. Sehingga tidak sedikit yang memesan untuk dibuatkan tanaman hias serupa. "Sekitar Agustus tahun lalu (2020, Red) kami kesulitan memenuhi pesanan. Sebab, namanya tanaman, membutuhkan proses lama dari bibit, tumbuh tunas, dan mulai mengerjakan pembentukan pola hingga jadi," katanya.


Sehingga ketika ada yang memesan dengan model tertentu, tapi tunas yang diinginkan belum tersedia, dirinya selalu bertanya apakah pelanggan sabar menunggu. Sebab, dirinya harus mulai kegiatan menaman sejak awal sehingga membutuhkan proses pengerjaan minimal empat bulan untuk diketahui hasilnya. Jika pelanggan bersedia, dirinya akan melayani pesanan tersebut.


Awal mula menekuni kerajinan tersebut karena keprihatinannya melihat buah kelapa kering yang dibuang begitu saja oleh petani atau pengepul. Tak ayal, itu membuat sampah buah kelapa berserakan. Karena kecintaan terhadap tanaman dan kepeduliannya dengan lingkungan, Kris -sapaan akran Sukrisyono- bersama rekannya Aiptu Hermanto memungut sampah atau limbah buah kelapa tersebut. Selain ingin lingkungan sekitar bersih; juga jika bisa, ingin menanam kembali buah kelapa tersebut.


Sekitar satu bulan kemudian, ketika buah kelapa tersebut tumbuh tunas, mereka mulai berpikir bagaimana cara memanfaatkannya agar buah kelapa yang tumbuh tunas bernilai jual tinggi. Dari situlah mereka mencoba membuat kerajinan bonsai tunas kelapa. Sehingga ketika tunas mulai ada sekitar 10 sentimeter, mereka mencoba membentuknya jadi beragam bentuk yang diinginkan. Bektuk tersebut seperti tempurung kura-kura, bekicot, dan sebagainya. "Tunas kelapa ini baru bisa dibentuk jika usianya sekitar dua bulan. Makanya tidak boleh tergesa-gesa jika ingin mengoleksi," imbuh pria yang juga sebagai pekerja harian lepas (PHL) di Polsek Suruh ini.


Di samping itu, Aiptu Hermanto menambahkan, setelah melalui proses panjang, ternyata kendati terbilang baru mempraktikan, hasil kerja samanya terbilang baik. Sehingga untuk meluapkan ekspresinya, dirinya langsung memfoto dan mengunggahnya di medsos yang dimiliki. Juga mengunggah di story medsos lainnya. "Ternyata setelah saya unggah, banyak orang yang suka dan meminta agar dibuatkan," imbuhnya.


Semenjak itu, banyak pesanan dari pencinta bonsai atau tanaman hias, baik dari dalam maupun luar daerah seperti Ponorogo, Madiun, Surabaya, dan sebagainya datang. Sehingga karena keterbatasan bahan baku, mereka meminta agar pemesan menunggu hingga didapatkan bahan baku yang sesuai. Sebab, model pesanan berbeda-beda.


Jika pesanan terus ada, dirinya akan bekerja sama dengan pengepul atau petani buah kelapa untuk memenuhi bahan baku. Di samping itu, akan membentuk semacam komunitas guna sharing pekerjaan sekiranya ada pesanan yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini. "Saya akan terus membuka pasarnya hingga luar daerah. Salah satunya dengan mengenalkan dan mempromosikannya ketika ada kegiatan dinas atau pemaparan program kerja di Polda Jawa Timur (Jatim)," jelas Kanit Binmas Polsek Suruh ini. (*)

Editor : Choirurrozaq