Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Amanda Aprilia, Guru Jasmani yang Mampu Kreasikan Bunga Edelweis

Choirurrozaq • Jumat, 5 Februari 2021 | 20:42 WIB
amanda-aprilia-guru-jasmani-yang-mampu-kreasikan-bunga-edelweis
amanda-aprilia-guru-jasmani-yang-mampu-kreasikan-bunga-edelweis


Siapa sangka bunga Edelweis bisa dijadikan kerajinan tangan yang unik. Seperti yang dilakukan Amanda Aprilia. Di tangan kreatifnya, dia mampu mengubah si bunga abadi hasil budi daya itu menjadi suvenir, kado, hingga mahar yang bernilai ekonomi tinggi. Bahkan, kreasinya mampu laku hingga di luar Jawa.


 


SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Karangrejo, Radar Tulungagung


 


Siang kemarin (4/2) cuaca cukup cerah, membuat siapa pun semangat beraktivitas. Tidak terkecuali Amanda Aprilia. Wanita asal Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo, ini tengah sibuk menjemur bunga Edelweis yang dia borong dari pembudi daya asal Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.


Edelweis yang dikenal bunga abadi ini dijemur agar kelopak bunga kembali merekah. Siapa pun yang melihatnya akan jatuh hati. Apalagi kini telah tersedia beragam warna yang cantik yang memang sengaja diwarnai untuk kebutuhan buah tangan.


Amanda, sapaan akrabnya menjelaskan, Edelweis miliknya ini merupakan hasil budi daya para petani di Tawangmangu. Para petani sengaja membudidayakan untuk memenuhi animo wisatawan yang ingin menjadikan bunga abadi ini buah tangan. Tanpa harus melanggar undang-undang (UU) yang mengatur jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. "Ini memang bunga Edelweis. Tapi jenisnya beda dengan yang dilindungi. Saya melalui teman saya yang tinggal di Tawangmangu sudah tanya-tanya hal ini ke petaninya langsung," katanya.


Setelah mengetahui kebenaran dari Edelweis itu, terlintas di benaknya untuk menjadikannya sebuah kerajinan tangan. Dengan cara mengkreasikan bunga Edelweis menjadi sebuah kado yang unik, tapi berkesan. Karya pertama, yakni berupa Edelweis in frame. "Sebenarnya ini juga dorongan teman untuk mencoba berkreasi dari bunga Edelweis. Nah ketika bunga sampai, langsung saya jadikan kado untuk wedding tanteku yang ada di Jombang pada 2019 lalu," tuturnya.


Tak disangka, kado untuk tantenya direspons positif dari teman dekat dan kerabat. Bahkan, beberapa temannya ada yang meminta untuk dibuatkan. Lantas, peluang itu dia sambut. Terlebih, dia sudah cukup lama berkecimpung di dunia craft. "Saya kebetulan senang buat kerajinan. Uthik uthik-lah pokoknya. Dulu pernah buat kerajinan dari kain flanel dan paper craft," terangnya.


Adapun kreasi bunga Edelweis karya Amanda, di antaranya Edelweis in tube, in jar, in frame, dan in scrap book, hingga mahar berhias bunga Edelweis. Biasanya, kreasi bunga Edelweis yang ditekuninya ini dijadikan sebuah suvenir dan kado di beberapa momen, seperti wedding, baby born, wisuda, ulang tahun, dan lainnya. "Paling rame ya mahar, gantungan kunci Edelweis, Edelweis in frame gitu sih," jelas wanita 29 tahun ini.


Karena Amanda memasarkan kreasi Edelweis ini via offline dan marketplace di salah satu aplikasi belanja online, tak heran jangkauan pasarnya cukup luas. Bahkan, kreasinya laku hingga Bandar Lampung, Jambi, Balikpapan, Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Bali, Surabaya, dan masih banyak lainnya. "Sejauh ini menurut saya usaha ini cukup menjanjikan. Selain unik dan menarik, juga masih banyak yang belum mengambil peluang dari bunga Edelweis ini," terang pemilik Nam_craft ini.


Tak ada kendala yang berarti selama Amanda menekuni peluang usaha dari Edelweis ini. Hanya saja, dia harus bagi waktu dengan waktu mengajar. Mengingat, dia salah satu guru pendidikan jasmani di SDN 2 Sembon.


Selain itu, dia juga sering mendapat banyak pertanyaan tentang bunga Edelweis tersebut. Bahkan, ada yang melaporkannya ke dinas lingkungan hidup di media sosial, lantaran memanfaatkan bunga Edelweis itu. Namun, itu semua dapat dia selesaikan, dengan menjelaskan bahwa ada bunga Edelweis yang sengaja dibudi daya dengan tujuan diperjualbelikan untuk dijadikan sebuah bahan kerajinan/kenang-kenangan. "Ya memang harus sabar sih. Karena masih banyak orang yang belum mengetahui hal ini," jelasnya.


Untuk harga, Amanda mengaku tak mematok harga yang mahal. Seperti Edelweis in frame itu bisa mulai Rp 75 ribu hingga Rp 130 ribu. Kalau mahar mulai harga Rp 300 ke atas tergantung kerumitan desain dan ukuran. Sedangkan in jar Rp 65 ribu dan in tube Rp 100 ribu. "Semuanya tergantung kerumitan desain juga sih ya. Karena memang butuh ketelatenan dan kesabaran aja untuk buatnya," jelasnya.


Disinggung bagaimana saat situasi pandemi Covid-19 ini, Amanda mengaku cukup terpukul. Jika normal dapat 15 orderan dalam sebulan, kini di masa pandemi hanya 10 orderan dalam sebulan. Apalagi ketika hajatan diminta untuk ditunda selama PPKM, orderan lumayan sepi dan hanya melayani untuk kado saja. "Ya, lumayan turun. Penurunannya bisa sampai 50 persen. Semoga aja ini tidak berlangsung lama," tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq
#guru