Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tangguk Rejeki dari Salon Kucing

Choirurrozaq • Selasa, 16 Februari 2021 | 17:00 WIB
tangguk-rejeki-dari-salon-kucing
tangguk-rejeki-dari-salon-kucing


Beberapa usaha justru ketiban untung di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, Salon Kucing. Usaha itu seperti yang ditekuni anak dan bapak, Bayu Gilang Rantau Al Qodri, 28 dan Budi Santoso, 60. Jasanya banyak dicari saat tren hobi memelihara kucing semakin populer selama moment di rumah saja.


 


SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Kedungwaru, Radar Tulungagung


 


Lokasi salon kucing milik Bayu Gilang Rantau Al Qodri cukup mudah ditemukan. Yakni berada di Desa/Kecamatan Kedungwaru atau tepatnya gang Utara SDN 1 Kedungwaru ke timur. Kendati harus masuk gang, tidak membuat yang ingin berkunjung bingung. Karena, pemuda berusia 25 tahun itu sudah memasang papan nama usaha di depan gang rumahnya.


Bayu, -sapaan akrabnya, mengaku memulai usahanya tak sendiri. Ia dibantu bapaknya, Budi Santoso yang sudah berusia 60 tahun. Meski usianya sudah tak muda lagi, namun semangat Budi tak boleh diremehkan. Bahkan, secara bergantian mereka menyalon belasan kucing  berbagai jenis ras yang sudah antre menunggu di salonnya. "Gantian. Ini tadi bapak bagian mengeringkan bulu kucing dan juga membersihkan telinga. Kalau aku bagian mandiin, potong kuku, dan lainnya," ucap Bayu memulai obrolan dengan koran ini.


Bayu bercerita telah memulai usahanya sejak 2012 lalu. Saat itu, ia punya seekor kucing yang diberi teman bapaknya. Namun kala itu, Bayu tak begitu antusias. Sehingga terpaksa bapaknya, Budi Santoso yang turun tangan merawatnya hingga memandikannya. "Dulu takut. Kemudian kucing itu dimandikan bapak. Setelah itu kok bagus, wangi gitu akhirnya perlahan suka kucing dan berani memandikannya," katanya.


Melihat ketertarikan Bayu terhadap kucing, lantas Budi mengajak membuka jasa memandikan kucing. Alasannya, agar waktu yang digunakan memandikan kucing tidak terbuang sia-sia. Dan ajakan itu langsung disetujui Bayu. "Memandikan kucing itu tidak singkat. Nah, agar waktu kita itu tidak terbuang sia-sia hanya memandikan satu kucing, kita berpikir lebih baik kan dengan jumlah banyak. Lantas kita buka jasa ini," terang pemilik Bayu Cat Wash ini.


Tak disangka, jasanya direspon positif. Dengan modal Rp 500 ribu untuk beli keranjang, shampo, dan hair dryer mengantarkan dirinya dan bapaknya terbilang sukses.  Banyak yang mempercayakan hewan peliharaannya dirawat Bayu dan Budi. Bahkan untuk menarik penghobi kucing, ia memfasilitasi antar jemput. "Kami itu bukan pet shop. Melainkan grooming khusus kucing," tegasnya.


Rata-rata kliennya, sebut Bayu tersebar di Tulungagung. Bahkan ada pula yang dari luar kota seperti Surabaya, Kediri, Blitar, dan lainnya. Mereka yang datang dengan keluhan pada kucingnya. Misalnya jamur, kutu, parasit, dan lainnya. "Kebanyakan yang datang punya keluhan. Itu biasanya kebiasaan kucing yang sering ditempat lembab, atau mungkin jarang dimandikan atau lainnya. Banyak sebab," tuturnya.


Budi, ayah Bayu melanjutkan tidak ada kesulitan saat memberi treatment pada kucing. Hanya saja, dia harus tahu karakter kucing. Jika galak, tidak mungkin dia tidak dicakar atau digigit. Makanya sebelum dimandikan, biasanya Budi atau Bayu mengajak main kucing lebih dulu agar kucing yang akan ditangani mengenalnya. "Kalau dicakar atau digigit itu biasa. Makanya perlu tahu karakter kucing itu. Ada caranya sendiri, caranya menaklukannya dengan mengajaknya main," terang pria yang berdomisili Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol ini.


Budi mengaku hampir setiap hari menangani 10 hingga 15 ekor kucing. Namun jumlah itu bisa meningkat hingga 25 ekor, apabila ada moment seperti Idul Fitri dan lainnya. Karena, klien ingin hewan peliharaannya tampak bersih dan wangi saat moment tersebut. "Kami juga menyediakan jasa penitipan kucing. Ini juga ramai kalau moment tertentu. Biasanya pemilik mau keluar kota untuk dinas, atau pulang kampung," jelasnya.


Disinggung omset, Budi mengaku fluktuatif. Namun sebulan bisa raih hingga puluhan juta. Karena selain grooming yang dipatok mulai harga Rp 30 ribu hingga Rp 75 ribu dan penitipan Rp 15 ribu perhari permalam, ia juga menyediakan jasa pemacakan (kawin),  healthy cat (vaksin/obat), serta lioncut (menyukur/gundul kucing). "Kami juga melayani bagi mereka yang ingin adopsi. Kami carikan," tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq