Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Yolandha Yudyah Puspita Sari, Instruktur Senam Aerobik

Choirurrozaq • Rabu, 17 Februari 2021 | 17:00 WIB
cerita-yolandha-yudyah-puspita-sari-instruktur-senam-aerobik
cerita-yolandha-yudyah-puspita-sari-instruktur-senam-aerobik


Senam, Bagi Yolandha Yudyah Puspita Sari adalah olahraga yang dapat menjaga daya tahan tubuh, terlebih saat pandemi Covid-19. Untuk mencegah rasa bosan, instruktur senam itu pun sering merespon lagu hitz dan membuat gerakan-gerakan baru.


 


HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA, Panggul, Radar Trenggalek -


 


SENAM bagi Yolandha Yudyah Puspita Sari adalah passion (hobi) sejak kecil. Mulanya Yolandha sering mengikuti ibunya ketika mengikuti senam. Sampai dewasa, Yolanda masih rutin senam dan bahkan sudah menjadi seorang instruktur senam aerobik.


Senam aerobik, kata dia, adalah olahraga yang menyehatkan, karena menggerakkan seluruh tubuh. Namun karena senam aerobik memiliki durasi sampai satu jam. Biasanya Yolandha memakai lagu-lagu hits dan gerakan baru untuk mencegah rasa bosan. "Saya rutin mencari lagu baru atau membuat gerakan-gerakan baru, agar pesenam tidak mudah bosan," ungkap anak pertama dari tiga bersaudara itu.


Yolanda menyebut gerakan-gerakan baru itu dengan kata koreografi. Pembuatan gerakan baru atau variasi bebas, asalkan tetap menyesuaikan dengan ritme musik. "Membuat kreasi gerakan biasanya saat latihan di rumah. Biasanya cukup 1 - 2 jam pembuatan gerakannya," kata dia.


Keahlian senam yang dimiliki Yolandha tak lepas dari pendidikan semasa kuliah. Waktu itu, Yolandha juga mengikuti kegiatan ekstra menari, sehingga sedikit-banyak kegiatan itu menambah pengetahuan tentang tata cara membuat variasi gerakan. Keahlian senam Yolanda makin mengerucut ketika sekolah senam. "Dari sekolah senam itu saya dapat modal berupa keahlian senam aerobik," ungkap alumni S1 Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta yang lulus pada 2020 lalu.


Secara teknis, kata dia, tahapan senam aerobik dibagi menjadi tiga, yakni pemanasan, latihan inti, senam kreasi, pembentukan otot, dan pendinginan. Khususnya pada latihan inti ada low impact intensitas rendah, sedang, sampai tinggi. Tahapan-tahapan senam berguna agar tubuh siap mengikuti semua alur senam. "Bedanya pada ritme dan gerakan senam. Kalau masuk tahap inti itu ritme lebih cepat dibanding tahap pemanasan dan pendinginan," ujar warga RT 05/RW 02, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul tersebut.


Sebagai instruktur senam aerobik, jadwal Yolandha cukup ketat, karena tiap hari sedikitnya dua - tiga kali mengisi acara senam di 12 desa di Kecamatan Panggul. Kunci menjaga tubuh agar tetap fit, kata dia, makan dengan teratur, ditambah sayur, dan buah-buahan. "Saya juga minum air putih yang banyak," ucapnya. 


Yolandha menikmati profesi sebagai instruktur senam. Dia berpikir dapat menikmati profesi apabila berangkat dari hobi. Kini, senam menjadi sumber mata pencahariannya, yang sudah berjalan sekitar 5 bulan lalu. "Kalau lancar bisa mencapai Rp 4 juta," ujar wanita yang hobi menari dan senam tersebut.(*)

Editor : Choirurrozaq