Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Ahmad Khoirudin, Perintis Kampung Inggris Blitar

Choirurrozaq • Sabtu, 20 Februari 2021 | 17:00 WIB
mengenal-ahmad-khoirudin-perintis-kampung-inggris-blitar
mengenal-ahmad-khoirudin-perintis-kampung-inggris-blitar

Tak selamanya pandemi Covid-19 jadi penghalang bagi seseorang untuk mengembangkan karir. Ahmad Khoirudin misalnya. Jeli melihat peluang, kini pria itu berhasil menjaring banyak murid luar daerah dalam kursus bahasa Inggris yang diprakarsainya. Bukan cuma itu, ternyata Udin, sapaannya, juga punya mimpi agar kampung Inggris Blitar dapat berkembang seperti kampung Inggris Pare, Kediri. Berikut kisahnya.


 


ADITYA YUDA SETYA PUTRA, Kanigoro, Radar Blitar


Siang itu, Ahmad Khoirudin tampak sibuk. Komputer jinjing  dinyalakan, buku materinya dibuka, setelan jas hitam lengkap dengan kemeja putih pun rapi dikenakan. Setelah semuanya siap, Udin buka aplikasi jejaring sosial yang belakangan jamak dimanfaatkan masyarakat. Wajar, aplikasi ini kian booming begitu pandemi Covid-19 kian mewabah di berbagai daerah.


Tak lama, satu per satu orang muncul di layar komputer jinjing Udin. Mereka adalah murid-murid kursus bahasa Inggris yang diprakarsai oleh Udin. Bukan cuma murid lokal Blitar saja. Tapi, kini Udin berhasil menjaring murid dari berbagai daerah di Tanah Air mulai dari Riau, Pekanbaru, Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan hingga Bali. Di tengah kesibukannya, Udin berbagi kisah bagaimana merintis kampung Inggris Blitar.


Semua berawal ketika tahun 2017 lalu, Udin mengikuti kursus bahasa Inggris di Pare Kediri, yang berguru langsung kepada Mr. Kalend Osen selaku Pendiri kampung Inggris sekaligus ketua Forum Kampung Bahasa (FKB) Kediri. Saat itu Udin  mengikuti ingin mengikuti program S3 atau doktor melalui jalur lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, di salah satu perguruan tinggi negeri kanguru, Australia. Namun, pengajar Udin menyampaikan bahwa Udin belum mendapatkan skor international english language testing system (IELTS) yang cukup nilai minimal yaitu 6,5 bahasa Inggris sebagai salah satu persayaratan menempuh program doktoral di Monas University. "Beliau menyarankan saya untuk membuka kursus. Itu juga sebagai salah satu upaya mengamalkan ilmu dan terus mengasah ketrampilan agar nilai saya maksimal," kenang pria yang tinggal di Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro ini.


Berbekal kecakapannya dalam bahasa Inggris, Udin mantap membuka kursus di rumahnya pada tahun 2017. Waktu itu, murid-murid Udin berasal dari wilayah Blitar dan sebagian besar merupakan murid sekolah. Lambat laun, usahanya makin berkembang. Bermodal pemasaran via internet dan juga getok tular, banyak orang tertarik mengikuti kursus bahasa Inggris Udin.


Kini, tak kurang 45 murid mengikuti kursus bahasa Inggris setiap dua minggunya. Uniknya, sebagian besar murid Udin justru berasal dari luar Blitar. Sebut saja, mulai dari Jakarta, Bogor, Surabaya, Batam, Pekan Baru, Sulawesi, NTT, NTB, Aceh, Jawa Tengah, Tarakan bahkan juga Hong Kong. "Kebanyakan sekarang yang ikut kursus di saya itu mereka yang mau ambil kuliah di luar negeri atau kerja di luar negeri. Ada juga yang dosen," terang pria kelahiran 8 Februari 1992 ini.


Lantas bagaimana mereka yang dari luar daerah mengikuti kursus? Udin menerangkan, semua ini tak terlepas dari adanya pandemi Covid-19. Sebab, begitu pandemi mulai mewabah di wilayah Blitar, Idin mulai memutar otak agar usahanya tetap dapat berkembang. Dari sanalah muncul ide untuk mengubah sistem belajar offline menjadi sistem belajar daring memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting yang juga coba dipasarkan di internet. "Iya. Selama pandemi ini justru banyak murid dari luar daerah karena belajarnya lebih mudah karena online. Tapi, saya juga siapkan papan tulis di rumah untuk anak-anak Blitar yang belajar offline," ucapnya.


Udin tak sendirian dalam menjalankan usahanya. Melainkan, dibantu oleh satu adik dan satu rekannya. Selain bermimpi untuk memperoleh beasiswa belajar di luar negeri, ada satu impian lagi yang sangat ingin ia capai. Yaitu, Udin berhasrat agar Blitar punya kampung Inggris sendiri layaknya kampung Inggris Pare yang begitu tersohor.


"Saya rintis kampung Inggris Blitar ini. Makanya juga saya namakan Kampung Inggris Blitar agar orang tahu di Blitar juga ada kampung Inggris. Karena kan selama ini anak-anak Blitar harus pergi ke Pare kalau mau kursus. Biaya hidup ditambah biasa kursusnya mahal. Kalau di Blitar ada, mereka tidak perlu jauh-jauh dan tidak perlu ngekos," kata pria asli Kabupaten Blitar Ini.


Alumnus Universitas WR. Supratman Surabaya ini menambahkan, kegiatan kursus dilaksanakan lima hari dalam satu pekan. Materi yang ditekankan antara lain materi speaking dan grammar. Dua materi itu yang disebutnya sangat penting jika seseorang bermaksud menimba ilmu atau berkarir di negeri asing.


Tak puas, Udin juga mengupayakan penggunaan bahasa Inggris di lingkup satuan kerja yang ada di Kabupaten Blitar. Bukan tanpa tujuan, hal ini dinilai perlu jika pemerintah Kabupaten Blitar menerima kunjungan kerja dari tamu asing. "Saya dan teman-teman pegiat bahasa Inggris di Blitar juga coba koordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait penggunaan bahasa Inggris di kantor dinas misalnya," akunya.


Terkait hal tersebut, pria ramah ini mengaku jika  hanya ingin berbagi ilmu yang didapat kepada khalayak. Dalam skala lokal, Udin ingin agar warga Blitar melek literasi bahasa Inggris agar dapat mengikuti perkembangan zaman.


Dia menyebut, jika berbagi ilmu adalah salah satu cara agar apa yang dipelajarinya menjadi berguna bagi sekitarnya. "Bahasa internasional harus dikuasai. Soalnya, kerja atau kuliah di luar negeri harus bisa bahasa Inggris. Selain itu, biar ilmu yang  saya dapat menjadi barokah," tutup pria yang mengaku masih berupaya mencapai impiannya menggapai gelar doktor ini. (*)

Editor : Choirurrozaq
#blitar