Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Suyitno-Erni Kurniawati, Sukses Bisnis Bantal di Tengah Pandemi

Choirurrozaq • Jumat, 5 Maret 2021 | 16:20 WIB
suyitno-erni-kurniawati-sukses-bisnis-bantal-di-tengah-pandemi
suyitno-erni-kurniawati-sukses-bisnis-bantal-di-tengah-pandemi

Hampir 10 tahun pasutri Suyitno-Erni Kurniawati menggeluti bisnis online bantal unik berbahan dakron. Dari bisnisnya itu, warga Kelurahan/Kecamatan Wlingi ini sudah memiliki pelanggan tetap, yang kebanyakan dari luar daerah.


MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH, Wlingi, Radar Blitar


Siang itu, dua orang terlihat tengah sibuk merapikan tumpukan bantal di ruangan berukuran sekitar 2x2 meter itu. Tumpukan bantal berbentuk bunga mawar itu hendak dikirim ke luar daerah. "Itu pesanan orang Kalimantan. Untuk reseller," ujar Erni Kurniawati, kepada Koran ini saat berkunjung di rumahnya, kemarin (4/3).


Bantal-bantal itu hasil kreatifitas Erni. Terhitung sejak 2010 dia menggeluti usaha kerajinan bantal berbahan dakron itu. Khususnya bantal aksesoris mobil dan kursi sofa.


Bersama suaminya Suyitno, karya dari usaha kerajinan bantal itu sudah tembus hingga luar daerah. Bahkan hingga luar pulau. "Rata-rata konsumen saya itu dari luar pulau. Mulai Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi," ungkap perempuan 38 tahun ini.


Erni memproduksi bantal-bantal unik itu dengan dibantu suaminya. Jauh sebelum pandemi Covid-19 menghantam, dia dibantu oleh tiga karyawannya. Namun, dia harus merumahkan seluruh karyawannya karena situasi pandemi.


Sejak pandemi korona menerpa, penjualan bantalnya turun drastis. Permintaan sepi. Apalagi permintaan dari luar daerah. "Sangat terasa banget dampaknya. Penjualan turun sampai 90 persen, tapi tetap bisa bertahan," ujar ibu satu anak ini.


Meski dalam situasi dan kondisi tersebut, Erni berupaya untuk tetap bisa bertahan. Pundi- pundi rupiah tetap masuk ke kantong. Caranya, Erni beralih usaha membuat masker dari kain. "Saat itu kan banyak orang mencari masker. Apalagi masker medis sangat mahal. Dari situ kami akhirnya membuat masker, disamping bantal dakron," tuturnya.


Berjalannya waktu, kondisi ekonomi di masa pandemi berangsur-angsur stabil. Permintaan akan bantal unik kembali stabil. "Terutama yang dari luar pulau mulai kembali memesan," terang perempuan yang juga membuka kelas pemasaran online secara pribadi ini.


Sejak itu, pesanan bantal unik berangsur naik. Namun, jumlah permintaannya tidak seperti sebelum pandemi. Permintaan turun kurang lebih 50 persen.


Erni mengawali usaha kerajinan itu saat dirinya bekerja di Jakarta. Sebelum itu, dia membuka jasa pembuatan blog hingga konsultasi tentang pemasaran online. "Saya dulu juga sambil menjual produk milik teman. Khususnya bantal berbahan drakon," tutur perempuan berjilbab ini.


Berjalannya waktu, usaha Erni menjual produk bantal dakron itu semakin lancar dan berkembang. Konsumennya datang dari berbagai daerah di Indonesia.


Dari situ, dia mulai berpikir untuk memproduksi bantal unik itu sendiri. Berbekal pengalaman dan tekad yang kuat, Erni memutuskan untuk memproduksi bantal dakron sendiri. "Keterampilan membuat bantal saya dapat secara otodidak. Saya belajar, dan terus belajar. Referensi saya juga dari YouTube," jelasnya lantas tersenyum.


Ketrampilannya semakin terasah. Meski belajar secara otodidak, karya bantal hasilnya tidak mengecewakan. Erni betul-betul memperhatikan kualitas dari produknya itu.


Berbagai model produk bantal dakron dibuat Erni. Mulai bantal untuk aksesoris mobil, souvenir pernikahan hingga bantal untuk kursi sofa. "Permintaan tinggi sementara masih bantal mawar. Selain itu, juga bantal untuk aksesoris interior mobil. Biasanya, jelang Lebaran permintaan meningkat hingga 30 persen," kata Suyitno, suami Erni.


Erni juga melayani model kustom. Artinya, model disesuaikan dengan permintaan konsumen. Seperti bantal mawar, itu merupakan  permintaan dari konsumen luar Jawa. "Kami harus siap melayani permintaan model baru konsumen. Untungnya, ada suami yang bisa menggambar," ungkapnya. (*)

Editor : Choirurrozaq