Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

DPR: Petani dan Penyuluh Pertanian Harus Menjadi Basis Utama

Choirurrozaq • Jumat, 5 Maret 2021 | 13:30 WIB
dpr-petani-dan-penyuluh-pertanian-harus-menjadi-basis-utama
dpr-petani-dan-penyuluh-pertanian-harus-menjadi-basis-utama



JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Anggia Erma Rini mengatakan bahwa Petani dan Penyuluh Pertanian harus menjadi basis utama setiap kebijakan pemerintah di sektor pertanian. Bukan tanpa dasar politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, di tangan merekalah harapan mengoptimalkan potensi pertanian nasional bisa terwujud. Menurut Anggia, potensi pertanian nasional cukup dahsyat jika dapat dikonversi menjadi sektor produksi unggulan dengan imbal hasil signifikan. “Tentu sinergitas semua komponen harus menjadi kesatuan yang berjalan seiring agar mampu mengarah ke sana, terutama aktualisasi strategi pertanian dan penyuluhan yang partisipatif, terpadu, dan berkelanjutan,” ujar Anggia Erma Rini saat memberikan bimbingan teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian di Wilayah Koordinasi Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian


 


 Pertanian RI di Tulungagung, Minggu (14/2/2021). Berkaca pengalaman di lapangan, peran penyuluh pertanian terkadang kurang maksimal dan jarang dirasakan oleh petani. “Bahkan, tidak jarang petani jauh lebih paham hal-ikhwal pertanian dibanding penyuluhnya karena pengalaman langsung yang dilakoni bertahun-tahun. Karena itu, penguatan kelembagaan penyuluhan pertanian pemerintah, swadaya, dan swasta harus menjadi


 


 fokus utama pengembangan strategi penyuluhan,”tutur Anggia. Lebih lanjut, Anggia menekankan bahwa kualitas tenaga penyuluh tidak terlepas dari adanya fungsi kelembagaan yang kuat dan peran multisektor yang terintegrasi. “Peran penyuluh dewasa ini adalah mentransfer inovasi teknologi sekaligus saluran informasi untuk menghadirkan kualitas pertanian yang lebih unggul dan berdaya saing. Untuk menuju ke sana, kerjasama pemda,


 


 lembaga pengetahuan, juga sektor swasta sangat penting. Pemda misalnya, perannya signifikan dalam membantu sarana-prasarana hingga pembiayaan penyuluhan pertanian.” paparnya. Dalam bimtek ini, hadir juga Plh Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang Bambang Sudarmanto, Perwakilan dari Kepala Dinas Pertanian Jatim Eko Sulistyo, dan BPH DPD Aliansi Petani Indonesia (API) Jatim Naning Zunaidah Suprawati. (*)


Editor : Choirurrozaq